Senin, 23 Februari 2026
Menu

Pengurus 13 DPC PSI Semarang Kompak Mundur

Redaksi
Logo PSI | Ist
Logo PSI | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Sebanyak 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Semarang mengundurkan diri dari kepengurusan.

Pengunduran diri ini ditandai dengan pengembalian pelang ke Kantor DPD PSI Kota Semarang, di Kecamatan Semarang Tengah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap keputusan DPP sebelumnya.

“Malam ini resmi kami mengundurkan diri dari struktural DPC PSI Kota Semarang dengan mengembalikan aset-aset DPC ke DPD berupa pelang DPC. Pengunduran diri ini adalah langkah untuk mematuhi putusan dari DPP,” ungkap Ketua DPC PSI Semarang Utara Hanif Nafilah Rozaq di Kantor DPD PSI Kota Semarang, Minggu, 22/2/2026 malam.

Hanif mengatakan bahwa terdapat 13 DPC dan jajaran pengurus yang memutuskan untuk mengundurkan diri. Walaupun begitu, mereka sepakat tetap menjadi kader biasa PSI.

“Kami sepakat mulai malam ini menjadi kader PSI biasa. (Berapa yang mengundurkan?) Kami ada 13 DPC dan pengurus-pengurusnya,” kata Hanif.

Alasan pengunduran diri ini, jelas Hanif, dipicu oleh penunjukan Ketua Pelaksana Tugas (Plt) DPD PSI Semarang Bangkit Mahanantiyo yang mereka nilai tidak berdasar. Ia pun menyebut, suara mereka tidak didengarkan.

“Plt ketua kami tanpa sebab dan alasan yang kuat. Suara kami sudah tidak lagi didengar, maka percuma kalau kami bertahan,” tegas Hanif.

Hanif mengatakan bahwa upaya dialog sudah dilakukan lewat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Komunikasi juga sudah dilakukan secara langsung ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui WhatsApp dan pesan yang dikirimkan ke Instagram Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Akan tetapi, pihak-pihak tersebut tidak menanggapi.

“Bahkan ke Kaesang pun juga sudah kita lakukan, namun tidak ada tanggapan,” sesalnya.

Selain itu, mantan Ketua DPC PSI Semarang Tengah Tegus Pambudi memandang bahwa DPW tak bisa menjadi jembatan komunikasi antara DPC dan DPP. Aksi pengunduran diri mereka pun disebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap DPW.

“Harusnya DPW bisa menjembatani kita ke DPP. Tapi kenyataannya apa? Malah DPW nggak bisa menjadi jembatan, malah DPW bingung. Terakhir saya ingat, beliau mengatakan ‘tanya aja ke DPP’,” tuturnya.

Diketahui, 13 pengurus DPC melayangkan protes terkait Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Semarang. SK tersebut dinilai tak sesuai dengan kesepakatan awal. SK itu memuat Bangkit Mahanantyo terpilih sebagai Ketua DPD PSI Kota Semarang dan Melly Pangestu sebagai sekretaris.

“Tadi teman-teman menyampaikan rasa kecewa karena SK yang dikomunikasikan ke teman DPC oleh DPP sebelum disahkan susunannya bukan itu,” ujar Hanif di Hotel Triizz, Minggu, 11/1.*