Jumat, 20 Februari 2026
Menu

PKS Minta Koalisi Permanen Utamakan Kepentingan Rakyat, Pilpres 2029 Tunggu Keputusan Majelis Syura

Redaksi
Logo-logo Partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus | Ist
Logo-logo Partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzammil Yusuf menanggapi wacana koalisi permanen yang digaungkan Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk berlanjut hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Menurutnya, alih-alih berfokus pada kepentingan elite politik, PKS tegaskan koalisi permanen harus didasari sebagai upaya menjaga kepentingan bangsa dan negara.

“Iya, saya kira koalisi permanen itu permanennya adalah kepentingan bangsa dan negara, itu yang permanen. Tidak bisa permanen diperkecil menjadi kepentingan elite, itu tidak boleh,” katanya dalam acara Silaturahmi Partai NasDem, di Jakarta, Jumat, 20/2/2026.

Ia menegaskan, koalisi permanen seharusnya menjadi wadah untuk membangun bangsa dan negara demi masa depan generasi mendatang. Namun, jika ditafsirkan secara sempit hanya untuk kepentingan elite, maka hal itu perlu dikaji kembali.

Muzammil menyinggung sejumlah gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia pada Agustus lalu, serta di Nepal dan Bulgaria. Ia menilai, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bahwa pemerintah di manapun harus memperhatikan aspirasi publik.

“Pemerintah di negara manapun di dunia ini harus memperhatikan aspirasi publik, sehingga ada link and match antara keinginan elite dan keinginan publik. Koalisinya rakyat dan penguasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, koalisi permanen idealnya mempertemukan kehendak rakyat dan keinginan elite dalam satu tujuan bersama sebagaimana diamanatkan konstitusi.

“Tidak bisa elite koalisi sendiri, rakyat koalisi sendiri. Sekarang rakyat sudah sangat pandai, sangat kritis. Kita belajar dari berbagai peristiwa itu,” tegasnya.

Terkait apakah PKS juga akan mendukung kepemimpinan Prabowo Subianto dua periode, Muzammil menegaskan, partainya memiliki mekanisme internal yang harus dihormati.

“PKS itu ada aturan AD/ART kita. Pembicaraan terkait posisi elite tertinggi negara hanya diputuskan di Majelis Syura. Jadi saya tidak bisa mendahului Majelis Syura,” tegasnya.

Ia memastikan, saat ini PKS masih fokus sebagai bagian dari koalisi pemerintahan dan berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menjalankan tugasnya dengan sukses, termasuk dalam penanganan bencana di Sumatra.

Menanggapi kemungkinan Partai Golkar dianggap mendahului dalam mengusulkan calon presiden (capres) ke depan, Muzammil justru menegaskan, seluruh sikap politik PKS harus berdasarkan keputusan Majelis Syura.

“Kami terikat oleh Majelis Syura. Sehingga tidak bisa siapa pun pimpinan PKS untuk bicara kalau tidak atas nama keputusan Majelis Syuro. Saat ini kita fokus di koalisi dan berjuang,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari