Jumat, 20 Februari 2026
Menu

Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Siap Kirim 8.000 TNI ke Gaza

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (KTT BoP) Gaza perdana di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19/2/2026 siang waktu setempat | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (KTT BoP) Gaza perdana di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19/2/2026 siang waktu setempat | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Sebanyak 8.000 pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan dikirim ke Gaza, Palestina, pada 1-2 bulan ke depan. Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Mungkin tidak lama, 1-2 bulan lagi,” ujar Prabowo setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (KTT BoP) Gaza perdana di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19/2/2026 siang waktu setempat.

Pasukan TNI tersebut nantinya bakal bertugas dengan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF). Adapun anggota pasukan tersebut adalah gabungan dari negara-negara anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza. Prabowo pun mengungkapkan bahwa kemungkinan terdapat tim advance yang bakal dikirim terlebih dahulu ke Gaza.

Tim tersebut dikerahkan dengan jumlah anggota yang tak terlalu besar. Tugas mereka di antaranya memetakan wilayah dan juga menganalisis risiko selama nanti pasukan dari TNI bisa bertugas bersama dengan ISF.

Selain itu, Prabowo juga menyebut bahwa Indonesia dipercaya menjadi Wakil Komandan ISF.

“Mereka minta kita jadi deputy commander,” kata Prabowo.

Kata Prabowo, nantinya Indonesia akan menunjuk periwira terbaiknya untuk mewakili sebagai Wakil Komandan ISF.

“Ya dipilih, ya kita cari yang bagus,” ungkap Prabowo.

Adapun Prabowo menegaskan bahwa Indonesia bakal mengirim 8.000 prajurit TNI untuk bertugas bersama dengan ISF di Gaza, Palestina. Hal ini diungkapkan oleh Prabowo dalam KTT Board of Peace perdana yang digelar di Donald J Trump Institute of Peace, Washington DC, Kamis, 19/2.

“Gencatan senjata (di Gaza) merupakan capaian yang riil terjadi. Kami memuji capaian ini dan untuk itu kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit kami dalam jumlah yang signifikan sebanyak 8.000, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan,” tuturnya kala berbicara dalam KTT Board of Peace.

Sementara, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers yang berasal dari Angkatan Bersenjata AS menyatakan bahwa proyeksi ke depannya, akan ada 20.000 tentara hingga 12.000 polisi yang bertugas bersama dengan ISF untuk memulihkan situasi di Gaza.

Ia juga menyebut bahwa Rafah yang berlokasi di selatan Gaza dan berbatasan Mesir, bakal menjadi tujuan pertama ISF.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa, 10/2 menyatakan Indonesia akan mengirim sekitar 8.000 personel TNI ke Jalur Gaza sebagai bagian dari ISF.

ISF disebut beroperasi di bawah arahan BoP yang dibentuk Presiden AS Donald Trump dan telah disepakati oleh Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803 pada 17 November 2025.

Prasetyo mengatakan, saat ini pemerintah masih dalam tahap persiapan dan menunggu kesepakatan internasional sebagai dasar pengiriman pasukan perdamaian.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak juga menyatakan pihaknya tengah menyiapkan pasukan untuk misi tersebut.

Namun, hingga kini, pemerintah belum mengumumkan jadwal pengiriman, rincian mandat, waktu penugasan, titik penempatan, maupun mekanisme operasional pasukan Indonesia di Gaza.*