Jumat, 13 Februari 2026
Menu

Pengamat: Pramono Anung Potensial Maju Pilpres 2029, PDI Perjuangan Masih Mainkan Ritme

Redaksi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung | Dok Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung | Dok Pemprov DKI Jakarta
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai, Gubernur Jakarta Pramono Anung merupakan salah satu figur potensial untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Menurut Iwan, posisi Gubernur Jakarta selama ini kerap menjadi batu loncatan penting menuju panggung politik nasional. Oleh karena itu, peluang Pramono untuk tampil dalam kontestasi nasional dinilai terbuka.

“Gubernur Jakarta itu salah satu tonggak penting untuk naik ke level nasional. Pramono adalah sosok yang sangat potensial,” ujar Iwan kepada Forum Keadilan, Jumat, 13/2/2026.

Meski demikian, Iwan melihat saat ini Pramono masih memilih pendekatan yang relatif aman dan tidak tergesa-gesa membangun manuver politik terbuka. Ia menilai, langkah tersebut kemungkinan merupakan strategi untuk membaca situasi dan momentum politik ke depan.

“Kita belum melihat gebrakan-gebrakan populisnya. Justru ia ingin menampilkan diri sebagai antitesis dari gubernur-gubernur sebelumnya yang sangat akrab dengan kamera dan viral. Dia ingin menunjukkan model kepemimpinan yang matang dan tenang,” kata dia.

Iwan menilai, pada tahun-tahun awal masa kepemimpinannya, Pramono bersama PDI Perjuangan masih memainkan ritme politik secara hati-hati. Pendekatan yang ditempuh tidak terlihat “grasak-grusuk”, melainkan cenderung stabil dan terukur.

“Ini masih fase membangun fondasi. Ketika momentumnya tepat, bukan tidak mungkin langsung tancap gas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iwan menyoroti adanya perubahan kultur dalam politik nasional. Ia menyebut, figur yang terlalu cepat muncul sebagai calon presiden justru berisiko cepat pula diserang dan dieliminasi secara politik.

“Ada budaya baru dalam politik kita. Kalau terlalu cepat muncul, bisa cepat juga diselesaikan dan dieliminasi. Ini yang tampaknya menjadi pertimbangan PDIP untuk tidak terburu-buru menampilkan calon presiden 2029,” kata dia.

Namun demikian, Iwan mengingatkan bahwa di internal PDI Perjuangan, peluang tidak hanya terbuka bagi Pramono. Sejumlah nama lain seperti Puan Maharani dan Ganjar Pranowo juga dinilai memiliki modal politik yang cukup kuat.

“Di internal PDIP tidak hanya ada Pramono. Ada Puan dan Ganjar yang juga potensial. Dua nama ini tentu tidak bisa diabaikan,” ucapnya.

Menurut Iwan, dinamika internal partai dan momentum politik nasional dalam beberapa tahun ke depan akan sangat menentukan arah dukungan dan keputusan politik PDI Perjuangan menuju 2029.

Laporan oleh: Muhammad Reza