Selasa, 10 Februari 2026
Menu

TNI Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Keputusan Akhir Februari

Redaksi
Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 10/2/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 10/2/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita mengungkapkan rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina, dalam waktu dekat. Ia menegaskan, pada prinsipnya, TNI siap mengirimkan personel sesuai kebutuhan yang ditetapkan dalam proses perundingan internasional.

“Karena sekarang masih dalam proses perundingan. Nanti mungkin pada minggu terakhir Februari ini akan diputuskan berapa jumlah pasukan TNI yang akan berkontribusi,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 10/2/2026.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat tiga opsi partisipasi aktif TNI dalam mendukung perdamaian di Gaza. Keputusan final terkait opsi tersebut akan ditetapkan pada akhir Februari dan ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Tandyo menegaskan, personel yang akan dikirim merupakan prajurit berpengalaman yang sebelumnya telah bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Personel yang dikirim nanti adalah mereka yang sudah pernah bertugas, bukan satuan yang belum punya pengalaman. Mereka memahami medan dan cara berkomunikasi dengan masyarakat setempat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyatakan dukungan terhadap rencana pengiriman pasukan perdamaian tersebut. Ia menekankan pentingnya pengiriman pasukan terbaik yang siap menghadapi berbagai kondisi.

“Yang jelas kita kirim pasukan yang terbaik, yang sigap untuk segala cuaca dan segala situasi. Kita berdoa ini benar-benar menjadi peacekeeping forces, penjaga perdamaian, sekaligus membantu percepatan perbaikan Gaza,” katanya.

Terkait kepemimpinan dalam proses perdamaian, Utut menilai, Amerika Serikat memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya kesepakatan, termasuk dalam memengaruhi sikap Israel.

“Dugaan saya, yang bisa menjadi leader dan membuat Israel mengikuti adalah Amerika Serikat,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari