Selasa, 10 Februari 2026
Menu

PAN Usul Prabowo–Zulhas, NasDem: Itu Wajar

Redaksi
Waketum NasDem Saan Mustopa, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 10/2/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Waketum NasDem Saan Mustopa, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 10/2/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menanggapi usulan Partai Amanat Nasional (PAN) yang menginginkan Presiden Prabowo Subianto dipasangkan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang.

Menurut Saan, usulan tersebut merupakan hal yang wajar karena menyangkut urusan internal masing-masing partai politik. Ia menilai, setiap partai memiliki hak untuk mengusulkan figur yang dianggap terbaik.

“Itu kan urusan internal masing-masing partai. Jadi, kalau ada partai yang mengusulkan, itu wajar dan biasa saja. Namun, tentu semua itu juga bergantung pada Pak Prabowo sendiri,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 10/2/2026.

Ia menegaskan bahwa NasDem menghormati setiap dinamika dan keputusan yang berkembang di internal partai-partai politik lain.

“Itu urusan internal masing-masing dan kita hormati serta kita hargai saja,” ujarnya.

Saan juga menanggapi wacana dukungan terhadap kepemimpinan Prabowo untuk dua periode. Menurutnya, wacana tersebut juga hal yang lumrah, mengingat tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo.

“Kalau ada wacana tentang Pak Prabowo dua periode, bahkan sudah ada yang mengusulkan, menurut saya itu hal yang wajar. Apalagi kalau kita melihat hasil survei terbaru, tingkat kepuasan publik terhadap Pak Prabowo mencapai sekitar 80 persen atau 79,9 persen. Itu angka yang sangat tinggi,” jelasnya.

Meski demikian, Saan enggan mengungkapkan apakah NasDem telah memiliki keputusan final untuk mendukung Presiden Prabowo pada Pilpres 2029. Ia menegaskan bahwa hal tersebut masih akan dibahas secara internal.

“Nanti akan kita bicarakan di internal. Saat ini, NasDem adalah bagian dari koalisi pemerintahan Pak Prabowo. NasDem tentu memiliki kepentingan dan tanggung jawab agar periode kepemimpinan Pak Prabowo ini bisa berjalan dengan sukses dan berhasil,” katanya.

Saan menambahkan, fokus utama NasDem saat ini adalah mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo hingga akhir masa jabatan. Ia menegaskan bahwa seluruh agenda prioritas dan kebijakan strategis pemerintah harus dapat terealisasi dengan baik.

“NasDem berada dalam posisi mendukung sepenuhnya pemerintahan Pak Prabowo sampai akhir masa jabatannya nanti. Hal-hal lainnya akan kita ikuti perkembangannya, tetapi fokus dan tanggung jawab NasDem saat ini adalah menyukseskan Pak Prabowo,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menyampaikan partainya memberikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 mendatang.

Eddy menegaskan, dukungan PAN kepada Prabowo bukanlah keputusan yang diambil secara ragu-ragu. Ia menyebut, PAN telah berkomitmen mendukung Prabowo sejak beberapa kontestasi pemilu hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden saat ini.

“Kami sudah mendukung Pak Prabowo untuk yang keempat kalinya hingga menjadi Presiden seperti sekarang ini,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5/2.

Terkait apakah dukungan tersebut juga akan diberikan pada paket pasangan presiden dan wakil presiden seperti saat ini, yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Eddy mengatakan hal tersebut masih akan melihat berbagai pertimbangan ke depan.

Sebab menurutnya, penentuan pasangan calon presiden dan wakil presiden harus mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari kecocokan kerja sama hingga dukungan elektoral.

“Paket pasangan itu harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, dan juga memiliki dukungan elektoral yang tinggi. Jadi pertimbangannya banyak,” ujarnya.

Meski begitu, Eddy menyatakan dukungannya agar Ketua Umum PAN Zulhas dapat mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2029.

“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulkifli Hasan mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029,” tegasnya.

Eddy menilai, pencalonan Zulhas sebagai cawapres juga akan berdampak positif bagi konsolidasi internal PAN. Ia meyakini hal tersebut dapat menggerakkan mesin partai secara maksimal.

“Itu akan menghidupkan mesin partai. Kader-kader akan tergerak untuk mendukung ketua umumnya. Saya bisa pastikan perolehan suara partai akan melonjak di 2029,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari