Rabu, 04 Februari 2026
Menu

Purbaya Ungkap Buka Peluang Gunakan Anggaran MBG untuk Proyek Gentengisasi Prabowo

Redaksi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 10/9/2025| BPMI Setpres/Rusman
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 10/9/2025| BPMI Setpres/Rusman
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, membuka peluang menggunakan anggaran dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membiayai proyek ‘gentengisasi’ yang digembor-gemborkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, kebutuhan anggaran proyek baru tersebut relatif kecil dan masih dapat dikendalikan.

“Bisa saja (anggaran gentengisasi dari pos anggaran MBG),” ujar Purbaya di Shangri-La Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa, 3/2/2026.

Purbaya menjelaskan pembiayaan proyek gentengisasi tak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara signifikan.

Ia menyebut kebutuhan dananya diperkirakan tidak mencapai Rp1 triliun dan masih dapat ditutup dari berbagai pos cadangan anggaran pemerintah.

“Kan enggak sampai Rp1 triliun (anggaran gentengisasi). Ada cadangan. Bisa dari situ, bisa juga dari tempat lain,” tuturnya.

Purbaya menegaskan bahwa besaran anggaran gentengisasi jauh lebih kecil dibandingkan program besar seperti MBG. Selain itu, perhitungan kebutuhan dana saat ini masih bersifat kasar dan belum final.

“Anggarannya (gentengisasi) itu tidak banyak-banyak amat. Ini bukan angka kayak MBG, bukan,” imbuhnya.

Menurutnya, estimasi awal anggaran gentengisasi yang sering disalahartikan karena menghitung seluruh rumah seolah-olah harus mengganti atap seng. Dalam praktiknya, hanya sebagian rumah yang benar-benar membutuhkan penggantian.

“Itu kan hitungan kasar sekali, semua rumah dihitung terus diganti semua. Padahal yang pakai seng paling berapa puluh persen. Jadi nanti angka aktualnya harusnya jauh lebih kecil,” terangnya.

Pemerintah masih akan melakukan perhitungan lebih rinci sebelum menetapkan kebutuhan anggaran final. Tetapi, Purbaya menilai program itu tetap dapat dikendalikan dari sisi fiskal.

“Nanti ada hitungannya sendiri. Tapi angkanya bisa dikendalikan,” ujarnya.

Proyek gentengisasi adalah kebijakan yang didorong langsung oleh Prabowo untuk mengganti atap seng dengan genteng yang dinilai lebih nyaman, tak panas, dan lebih tahan lama.

Program ini masuk dalam Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dan akan melibatkan pemerintah pusat hingga daerah.

Sebelumnya diketahui, Prabowo menilai bahwa penggunaan seng sebagai atas rumah tidak ideal karena mudah panas dan berkarat. Kepala Negara ini menegaskan industri genteng nasional dapat dikembangkan karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri dan biaya produksi relatif terjangkau.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan proyek gentengisasi juga berkaitan dengan upaya meningkatkan daya tarif pariwisata.

Menurut Prabowo, wisatawan asing enggan datang bila lingkungan permukiman masih didominasi atap seng berkarat dan persoalan sampah.

Di sisi lain, pemerintah juga sempat melakukan efisiensi anggaran, termasuk pada program MBG. Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat mengalami pemangkasan anggaran sebesar Rp200,2 miliar usai rekonstruksi anggaran nasional.

Sebagai informasi, Purbaya juga menegaskan anggaran MBG yang tak terserap optimal berpotensi dialihkan ke program lain agar tidak mengendap dan membebani keuangan negara. *