Selasa, 03 Februari 2026
Menu

Prabowo Tantang Pembenci di 2029, PDI Perjuangan: Wajar

Redaksi
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 3/2/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 3/2/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menilai wajar soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyindir pihak-pihak yang kerap menjelekan bangsa dan meminta kepada siapa pun yang tidak menyukainya dipersilakan bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

“Wajar,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 3/2/2026.

PDI Perjuangan juga menganggap wajar apabila pernyataan tersebut dimaknai sebagai bentuk kepercayaan diri Presiden Prabowo untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga dua periode.

“Ya, wajar itu,” ujarnya.

Meski masa kepemimpinan Presiden Prabowo belum genap satu periode, Djarot berpandangan tantangan tersebut masuk akal dan bisa dipahami sebagai semangat menyongsong Pilpres 2029 mendatang.

“Ya, masuk akal. Masuk akal. Kan persiapan, semangat untuk 2029. Boleh saja, siapa pun berhak,” pungkasnya.

Namun sayangnya, mengenai kesiapan PDI Perjuangan untuk kembali bertarung dalam Pilpres 2029, Djarot memilih untuk tidak memberikan jawaban apa pun.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut pihak yang kerap menjelekkan bangsa dan mempersilakan mereka bertarung dengannya pada 2029 mendatang.

Prabowo menyampaikan hal tersebut lewat taklimatnya di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2/2.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengingatkan kepada pihak-pihak tersebut agar jangan sampai merusak bangsa hanya karena tidak suka dengan segelintir orang saja. Ia pun mengajak pihak-pihak tersebut untuk bertarung dengannya 2029 mendatang.

“Dan ada tuduhan untuk menjelekkan kita sebagai bangsa. Jadi gini ya, kalau Saudara tidak suka dengan 2 3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka dengan Prabowo, silakan, 2029 bertarung! Ya, kan,” ujar Prabowo.*

Laporan oleh: Novia Suhari