Jumat, 30 Januari 2026
Menu

Purbaya Buka Suara Terkait Pengunduran Diri Dirut BEI

Redaksi
Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa Pertemuan ini membahas berbagai isu aktual mengenai kebijakan Transfer ke Daerah (TKD), Dana Bagi Hasil (DBH), dan sinergi fiskal pusat–daerah dalam mendukung pembangunan nasional, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa, 7/10/2025. | Dok Kemenkeu RI
Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa Pertemuan ini membahas berbagai isu aktual mengenai kebijakan Transfer ke Daerah (TKD), Dana Bagi Hasil (DBH), dan sinergi fiskal pusat–daerah dalam mendukung pembangunan nasional, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa, 7/10/2025. | Dok Kemenkeu RI
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai bahwa pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua hari terakhir.

Purbaya menegaskan bahwa anjloknya IHSG akibat kelalaian Iman dalam menindaklanjuti pertanyaan dan masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi salah satu faktor yang memperburuk tekanan pasar modal Indonesia. Akibatnya, MSCI membekukan sementara perlakuan Indeks untuk saham-saham RI sehingga pasar ‘bergemuruh;.

“Dia kan tidak mem-follow up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan yang fatal sehingga kita mengalami koreksi mendalam kemarin. Yang kalau nggak cepat dibetulkan bisa mengganggu yang lain-lain,” jelas Purbaya usai menghadiri rapat bersama pimpinan Danantara di Kantor Danantara, Jakarta, Jumat, 30/1/2026.

Ia menilai bahwa pengunduran diri Iman Rachman adalah langkah yang tepat untuk merespons kondisi pasar pasar modal kemarin.

“Saya pikir ini positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin,” sambungnya.

Purbaya juga turut meminta agar investor untuk tetap tenang menghadapi gejolak pasar. Dirinya menegaskan pemerintah secara aktif mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kepercayaan pasar modal dan menjaga likuiditas.

“Kalau saya pikir ini sinyal yang positif. Artinya investor di pasar modal maupun di real sektor, melihat bahwa kita menghandle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi yang tadinya ragu-ragu mustinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik” katanya.

“Kalau saya pikir ini sinyal yang positif. Artinya investor di pasar modal maupun di real sektor, melihat bahwa kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi yang tadinya ragu-ragu mustinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan itu disampaikan langsung dalam pernyataan terbuka kepada awak media pagi hari ini, pada Jumat, 30/1/2026.

Iman menegaskan bahwa pengunduran dirinya itu adalah bentuk tanggung jawab pribadi atas dinamika yang terjadi di pasar. Walaupun perdagangan pagi ini menunjukkan adanya perbaikan, namun dirinya menilai langkah mundur adalah keputusan terbaik demi menjaga kepercayaan dan stabilitas pasar modal nasional.

“Sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan ini. Saya berharap ini adalah yang terbaik bagi pasar modal Indonesia, dan semoga ke depan pasar kita bisa menjadi lebih baik,” tuturnya.

Iman kembali menegaskan bahwa keputusan itu diambil secara sadar sebagai bentuk akuntabilitas kepemimpinan di tengah tekanan pasar.

Ia memastikan mekanisme penggantian akan berjalan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) perseroan. Di samping itu, BEI akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama hingga ditetapkan Direktur utama definitif.

“Seluruh dokumentasi dan administrasi akan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Nantinya akan ditunjuk Plt sampai ada direktur utama baru secara definitif,” ujarnya.

Terakhir, dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang sudah bekerja sama selama masa kepemimpinannya, hingga permohonan maaf jika terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama kurang lebih tiga hingga empat tahun kebersamaan.

Pengunduran diri dilakukan di tengah upaya pemulihan kepercayaan investor dan stabilisasi pergerakan Indeks saham domestik dalam beberapa waktu ke depan. *