Rabu, 28 Januari 2026
Menu

PSI Sebut Efek Jokowi Jadi Alasan Perpindahan Kader NasDem

Redaksi
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum (Ketum) PSI Kaesang Pangarep | Instagram @psi_id
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum (Ketum) PSI Kaesang Pangarep | Instagram @psi_id
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merespons perpindahan sejumlah kader NasDem ke partainya. Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI Arriyo Bimmo menilai bahwa perpindahan tersebut adalah efek dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

“Sederhananya begini, mereka bergabung ke PSI karena efek Jokowi dan keyakinan pada nilai-nilai perjuangan Pak Jokowi-politik kerja nyata, keberpihakan pada rakyat, dan pendekatan yang rasional,” ungkap Ariyo Bimmo kepada media, Rabu, 28/1/2026.

Menurut Ariyo, ketika Jokowi secara terbuka menyatakan all out untuk memenangkan PSI, maka hal ini menambah keyakinan terhadap PSI yang dipandang bisa menjadi kendaraan politik paling konsisten membawa nilai-nilai tersebut.

“Karena itu, bergabung ke PSI menjadi pilihan yang logis dan sah secara politik,” tutur dia.

“Jokowi effect,” sambung dia.

Tercatat sebanyak tiga kader NasDem yang berpindah ke PSI, yaitu Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse. Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa berpendapat hal tersebut merupakan hak masing-masing individu.

Menanggapi spekulasi bahwa kepindahan Rusdi Masse berkaitan dengan mundurnya Ahmad Ali dan Bestari Barus serta isu tidak pernah mendapatkan posisi strategis di partai, Saan membantah keras anggapan tersebut.

“Enggak. Bang Ali pernah jadi Wakil Ketua Umum, Ketua Fraksi. Jadi semua gak ada masalah. Partai tidak punya persoalan dengan yang bersangkutan. Tapi kalau mereka menentukan pilihan politik lain, kita hormati dan hargai,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 27/1/2026.

Pasca mundurnya Rusdi Masse, Saan memastikan NasDem tetap fokus menjaga dan memperkuat basis suara di Indonesia bagian timur.

“Kita tetap konsen agar NasDem di wilayah timur menjadi kekuatan utama. Makanya penggantinya adalah sosok yang memahami betul situasi, peta, dan kondisi wilayah, khususnya Sulawesi Selatan. Beliau sebelumnya Sekretaris DPW dan juga pernah menjadi Ketua DPRD Sulawesi Selatan sebelum menjadi Bupati Sidrap. Artinya, kita tidak terlalu khawatir dengan kondisi ini,” jelasnya.

Mengenai upaya partai dalam menjaga loyalitas kader agar tidak keluar dari NasDem, Saan menuturkan partai tetap berupaya memberikan kenyamanan bagi seluruh kadernya.

“NasDem tetap memberikan kenyamanan bagi seluruh kader. Tapi kalau memang mereka punya pilihan lain dengan berbagai alasan, tentu kita juga tidak bisa menahan. Yang pasti, kita tetap menghargai,” pungkasnya.*