Tuding Penjual Es Kue Gunakan Bahan Spons, Anggota TNI-Polri Minta Maaf
FORUM KEADILAN – Anggota TNI dan Polri meminta maaf setelah videonya mengamankan dan menuding penjual makanan bernama Sudrajat menjual es kue berbahan spons viral di media sosial.
Keduanya menyampaikan permintaan maaf karena berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, semua sampel es kue, es gabus, agar-agar, hingga coklat meses yang dijual oleh Sudrajat dipastikan aman dan layak konsumsi.
Adapun keduanya diketahui merupakan Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi meminta maaf dan mengaku menyesal atas kekeliruannya kepada penjual es kue tersebut.
“Menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujar Ikhwan lewat keterangan tertulis yang dirilis oleh Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa, 27/1/2026.
Dalam keterangannya tersebut, Ikhwan juga menyebut bahwa tindakannya tersebut adalah bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir akan peredaran makanan berbahaya di lingkungan mereka. Menurut dia, sebagai petugas di lapangan, ia harus merespons setiap laporan demi menjaga kesehatan warga.
Kemudian, Ikhwan juga mengaku semata-mata hanya ingin mengedukasi agar tidak ada konsumen yang merasa dirugikan. Ikhwan juga ingin memastikan masyarakat merasa aman.
“Namun demikian, kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat,” jelas Ikhwan.
Ikhwan pun menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan tersebut, khususnya kepada penjual es kue bernama Sudrajat yang terdampak langsung akibat peristiwa ini. Dirinya menegaskan tak bermaksud merugikan atau mencemarkan nama baik Sudrajat.
“Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga,” tutur dia.
Selain itu, Ikhwan juga meminta maaf kepada masyarakat jika video yang viral tersebut membuat keresahan, kesalahpahaman ataupun sentimen negative terhadap institusi.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah.Kami tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis bagi seluruh,” katanya.
Diketahui, video dua pria berseragam TNI dan Polri yang tengah mengamankan dan menuding pedagang es kue atau es gabus berbahan spons atau busa viral di media sosial.
Pria berpakaian polisi mengatakan bahwa orang tua harus berhati-hati apabila ingin membeli kue tersebut lantaran ada yang direkayasa.
“Penjual es kue jadul, yang dulu pernah kita makan. Nah sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya, karena ini sudah rekayasa, bukan bahan kue lagi, tapi bahan spons. Ini bisa kita lihat bahan spons dibakar dia meleleh,” ucap pria tersebut.
Atas video tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengungkapkanbahwa pihaknya melakukan penyelidikan dan menguji sambel kue yang dijual.
Lalu, setelah diperiksa oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya seluruh es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses yang diperiksa dinyatakan aman dan layak konsumsi.
“Tim dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas: Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” ujar Roby, Minggu, 25/1.*
