Senin, 26 Januari 2026
Menu

Kasad Tanggapi WNI Jadi Tentara di Luar Negeri, Tegaskan Masuk TNI Tak Dipungut Biaya

Redaksi
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 26/1/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 26/1/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menanggapi fenomena sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang memilih menjadi tentara di luar negeri, salah satunya di Amerika Serikat (AS). Menurut Maruli, keputusan tersebut merupakan hak pribadi masing-masing individu.

“Itu haknya dia pribadi. Kalau kita lihat, kualitas seleksi di kita justru lebih ketat. Tapi bukan karena bayar. Kita cek semua, mulai dari kesehatan sampai kemampuan,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 26/1/2026.

Maruli menilai, WNI yang memilih menjadi tentara di luar negeri, merupakan hal biasa saja dan tidak menjadi persoalan. Ia menegaskan, minat masyarakat Indonesia untuk menjadi prajurit TNI masih sangat tinggi.

“Kalau dia mau jadi tentara di sana, sebaiknya ya enggak usah berkomentar di sini. Biasa saja. Anggota prajurit kita masih banyak yang mau jadi tentara di Indonesia,” jelasnya.

Mengenai status kewarganegaraan WNI yang bergabung dengan militer asing, Maruli enggan memberikan komentar lebih jauh dan menyerahkannya kepada instansi terkait.

“Kalau status warga negaranya, tanya imigrasi,” katanya.

Lebih lanjut, Maruli menyayangkan adanya narasi yang menyebut bahwa untuk menjadi prajurit TNI harus membayar sejumlah uang. Ia menilai, tudingan tersebut tidak berdasar dan merugikan institusi TNI.

“Yang jadi masalah, kok tega-teganya bilang masuk tentara harus bayar. Gimana bayarnya?” ucap Maruli.

Ia menegaskan bahwa proses rekrutmen prajurit TNI AD tidak pernah memungut biaya. Maruli bahkan menyebut dirinya sendiri tidak pernah membayar saat menjadi tentara.

“Saya juga jadi tentara tidak pernah bayar,” singkatnya.

Maruli memastikan bahwa pihaknya selalu melakukan penelusuran terhadap setiap dugaan praktik pungutan dalam proses rekrutmen TNI tersebut.

“Selalu, kita selalu ada tim pemeriksa untuk itu. Kalau memang ada kejadian, pasti tertangkap. Di mana-mana pasti terungkap,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari