Kamis, 22 Januari 2026
Menu

Purbaya: Kita Dibeking 100 Persen oleh Presiden untuk Amankan Pendapatan dan Fiskal, Bukan Main-Main

Redaksi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta pada Senin, 22/9/2025. | Dok Kemenkeu RI
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta pada Senin, 22/9/2025. | Dok Kemenkeu RI
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengingatkan bekingan atau dukungan pegawai pajak berasal dari Presiden Prabowo Subianto langsung untuk mengamankan penerimaan negara. Oleh karena itu, ia meminta agar para pegawai pajak tidak perlu takut dengan pihak manapun yang mengaku memiliki bekingan kuat.

“Kalau ada yang ribut-ribut, hajar. Kalau ada yang bawa beking, hajar. Kalau yang bekingnya terlalu kuat, kasih tahu saya. Kita bekingnya presiden langsung jadi Anda nggak usah takut,” ujar Purbaya dalam pelantikan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Gambir, Kamis, 22/1/2026.

“Kita dibeking 100 persen oleh Presiden untuk mengamankan pendapatan dan fiskal. Jadi ini bukan main-main,” tegasnya.

Purbaya mengetahui hal tersebut dari pegawai pajak dijajarkan DJP bahwa banyak wajib pajak yang melakukan tawar menawar dengan mengaku mempunyai bekingan atau dukungan dari pejabat tinggi. Tetapi, ia tak menjelaskan lebih lanjut.

Ia mengaku selama ini ada beberapa nama ‘bekingan’ yang dimaksud, namun dirinya kembali menegaskan bekingan dirinya lebih tinggi lagi, yaitu Presiden RI.

“Kalau saya tanya bawahan, kenapa nggak gerak? Ada bekingnya. Siapa bekingnya? Diem. Jadi saya agak bingung. Saya sih selama ini nggak pernah dengar ada beking nama-nama yang muncul, hanya samar-samar saja. Itu yang saya tegaskan tadi, kalau ada ya kasih tahu saya, diberesin, karena kita sudah enggak mau rugi pendapatan negara” jelasnya.

Ia menekankan, pembenahan internal pajak menjadi prioritas pemerintah tahun ini. Purbaya mengatakan bahwa tidak lagi mempunyai alasan bila target penerimaan pajak tidak tercapai, mengingat langkah penguatan pengawasan dan penindakan terus dilakukan.

“Kalau tahun lalu saya masih bisa bilang pendapatan pajak enggak tercapai karena saya masih baru. Tahun ini, saya enggak bisa.” tandasnya. *