Bahlil Akui Lalai Atas Kebocoran Pipa di Sumatera
FORUM KEADILAN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pada awal tahun ini terjadi kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra yang mengakibatkan potensi kehilangan produksi sekitar 2 juta barel minyak.
Bahlil menyebut peristiwa tersebut sebagai musibah kecil, namun tetap menjadi bentuk kesalahan dan kelalaian pemerintah.
Oleh sebab itu, ia menegaskan akan memberikan sanksi kepada pejabat di lingkungan Kementerian ESDM maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait karena menilai adanya unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.
“Pipanya bocor dan kehilangan potensi loss sekitar 2 juta barel di awal tahun. Ini memang kecelakaan, tetapi ada ketidak-ikhtiaran. Apa pun ceritanya, ini kesalahan kami,” katanya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis, 22/1/2026.
Sebagai langkah perbaikan ke depan, Bahlil memaparkan sejumlah strategi untuk meningkatkan lifting migas nasional. Salah satu fokus utama adalah pengembangan program listrik desa yang terus digenjot guna memenuhi target Presiden agar seluruh desa dan dusun di Indonesia sudah teraliri listrik pada 2029.
Selain itu, peningkatan lifting dilakukan melalui tiga metode utama. Pertama, reaktivasi sumur-sumur tua, termasuk sekitar 40 ribu lebih sumur masyarakat di sejumlah wilayah seperti Jambi, Sumatra Selatan, dan Jawa Tengah telah mulai menjalankan program tersebut.
“Sekarang kita mempercepat proses perizinannya agar mereka juga bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan lifting,” ujarnya.
Metode kedua adalah penerapan intervensi teknologi untuk meningkatkan produksi, yang menurut Bahlil saat ini berjalan dengan baik.
Sementara metode ketiga dilakukan melalui percepatan pengembangan Plan of Development (POD) yang telah disetujui, dengan melibatkan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S).*
Laporan oleh: Novia Suhari
