Purbaya Sebut Bisa Menguatkan Rupiah: Tapi Saya Bukan Bank Sentral
FORUM KEADILAN – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku dapat membalikan arah tekanan rupiah saat ini menjadi penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka waktu 1-2 hari, bahkan semalam.
Sebagai informasi, kurs rupiah hingga hari ini telah hampir tembus ke level Rp17.000/US$. Berdasarkan data Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah bergerak ke level Rp16.975 pada pukul 14.12 WIB, atau melemah sekitar 0,24 persen dari penutupan perdagangan kemarin di level Rp16.935.
Walaupun dirinya mengakui dapat menyelesaikan masalah tekanan kurs tersebut dalam semalam, Purbaya menegaskan, ia bukanlah bank sentral yang seharusnya dapat cepat melakukan kebijakan penanganan tersebut dan menekankan, perannya adalah sebagai bendahara negara yang mengelola APBN.
“Tapi betul memperbaikinya dua hari, semalam, dua malam, selesai itu. Tapi saya bukan bank sentral,” tegas Purbaya di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 20/1/2026.
Ia mengklaim, tahu betul penyebab utama kurs rupiah hingga mengalami tekanan ke level seperti hari ini. Tetapi, Purbaya kembali menekankan bahwa kapasitasnya menjelaskan tersebut ke publik karena dirinya bukan pejabat bank sentral yang mempunyai mandate untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
“Anda tanya ke Bank Sentral, entar saya dipancing-pancing masuk situ terus lagi. Nanti saya kelepasan, ribut lagi di luar. Kalau saya tahu alasannya, saya tahu betul alasannya kenapa,” katanya.
“Sudah, Rupiah sudah ya, BI saja,” lanjutnya.
Purbaya kembali menegaskan, pergerakan kurs hingga hari ini sudah jauh melemah dibanding fundamentalnya, atau undervalued. Oleh karena demikian, ia menganggap bank sentral telah harus mengambil peran.
“Enggak ada alasan Rupiah melemah ketika modal masuk ke sini, ya kan? Menurut Anda gimana? Makanya ada yang aneh kan? Anda tanya ke Bank Sentral,” ucap Purbaya sambil menegaskan “dibanding fundamental sekarang Rupiah terlalu lemah,” tandasnya. *
