Alasan Anwar Usman Sering Bolos Sidang dan Rapat Hakim Konstitusi
FORUM KEADILAN – Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman buka suara terkait alasan dirinya sering tidak hadir dalam agenda sidang dan rapat permusyawaratan hakim (RPH) selama tahun 2025. Ia beralasan ketidakhadirannya karena dalam kondisi tidak fit.
Adapun dalam laporan akhir tahun Majelis Kehormatan MK (MKMK), Anwar Usman menjadi salah satu hakim yang paling sering tidak mengikuti sidang dan rapat permusyawaratan hakim (RPH). Dirinya tercatat tidak hadir sidang pleno selama 81 kali, sidang panel 32 kali dan tidak menghadiri RPH selama 32 kali.
“Jadi ketidakhadiran saya itu tidak ada yang tanpa alasan sakit. Nah, yang kedua kenapa begitu banyak angka itu, satu hari itu misalnya sekarang, hari ini saja untuk adik-adik ketahui ada sidang pleno dua kali berarti dua tanda tangan, sidang panel empat perkara berarti empat tanda tangan, sama RPH jadi tujuh. Memang apa kalau sehari enggak masuk ya seperti hari ini misalnya enggak ada ada yang enggak masuk ya tujuh kali bolongnya,” katanya kepada wartawan, Rabu, 21/1/2026.
Ia pun mengatakan bahwa hakim konstitusi yang tidak hadir, baik sidang ataupun RPH, tidak pernah tanpa ada alasan.
Anwar lantas menjelaskan bahwa sejak awal tahun 2025, ia telah jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.
“Saya itu awal tahun 2025 ya, itu sakit betul-betul saya baru pernah merasakan sakit, itu boleh dibilang saya jatuh, ya bukan pingsan lagi, sudah sudah lupa sama sekali, saya pikir sudah hilang sudah saya. Dari pagi sampai siang, kebetulan nyonya tahunya saya ada di kamar, tahu-tahu saya sudah tergeletak di lantai. Akhirnya dibawa ke rumah sakit dan tidak ada kata lain saya harus diopname,” tambahnya.
Ia mengungkapkan bahwa sejak saat sakit, dokter menyarankan agar dirinya lebih banyak istirahat dan melakukan pemulihan.
“Ya mudah-mudahan setelah saya kembali berdoa di depan Ka’bah dan di Masjid Nabawi, mudah-mudahan ya penyakit saya hilang. Dan itu terus terang, jarang yang tahu bahwa saya itu tiap hari tiga kali sehari bahkan ada yang empat kali untuk minum obat,” tambahnya.
Ia lantas menunjukkan kotak obat miliknya. Anwar mengatakan bahwa dirinya harus meminum obat setiap hari sejak awal Januari 2025. Adapun obat-obat tersebut, kata dia, didapat dari poliklinik MK.
“Inilah obat yang harus saya minum tiap hari, pagi, siang, sore, malam. Ini kebetulan baru diambil baru ganti. Sejak Januari 2025. Jadi ini obat dari poliklinik MK tetapi dengan rujukan dari dokter. Dan memang saya terus terang saja juga tidak pernah mengeluh ke siapa pun mengenai sakit saya,” ujarnya.*
Laporan oleh: Syahrul Baihaqi
