Kamis, 08 Januari 2026
Menu

Prabowo: Bersatu Tidak Berarti Semua Harus Masuk Pemerintah, PDIP Boleh di Luar

Redaksi
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin, 5 Januari 2026. | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin, 5 Januari 2026. | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden RI Prabowo Subianto tidak mempermasalahkan sikap politik PDIP yang disebut olehnya menjadi oposisi pemerintah hari ini.

Prabowo mengartikan bahwa makna sesungguhnya dari persatuan bukan berarti seluruhnya harus bergabung ke dalam pemerintahan yang dipimpinnya saat ini.

“Bersatu tidak berarti semua harus masuk pemerintah, tidak, PDIP boleh di luar, boleh. Tapi, kerjasama,” ujar Prabowo dalam sambutan di Perayaan Natal Nasional 2025, Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin, 5/1/2026.

Kepala Negara itu mencontohkan dengan sikapnya yang mendukung Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang merupakan kader PDIP.

Prabowo mengatakan bahwa akan tetap menjalankan program makan bergizi gratis (MBG) di provinsi yang mengalami kekalahan di Pilpres 2024 lalu.

Diketahui, pada Pilpres 2024 lalu, Prabowo kalah di Sumatra Barat (Sumbar) dan Aceh. Suaranya di dua provinsi tersebut kalah dari Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Muhaimin atau Cak Imin yang merupakan Ketua PKB, saat ini adalah Menko Pemberdayaan Masyarakat di dalam kabinet pemerintahan Prabowo.

“Apakah saya larang MBG sampai ke Aceh, aku kalah juga di Aceh, tidak, karena sekarang saya bukan milik satu partai. Saya milik seluruh bangsa Indonesia,” pungkasnya. *