IDAI Sebut ISPA dan Infeksi Kulit Dominasi Penyakit Pascabencana di Aceh
FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatra Utara sekaligus Koordinator Penanggulangan Bencana IDAI Sumut Dr. dr. Eka Airlangga, MKed (Ped), SpA, mengungkapkan kondisi terkini penanganan IDAI terhadap anak korban bencana di wilayah Aceh.
Eka menjelaskan, pada awal terjadinya bencana, tercatat sekitar 250 ribu jiwa mengungsi. Kondisi tersebut diperparah dengan akses yang sempat terputus dari Banda Aceh menuju sejumlah wilayah terdampak, termasuk Tamiang dan Bireuen.
“Kami melihat di Tamiang, Aceh dengan 15 puskesmas dan satu RSUD, hampir semuanya tidak berfungsi dan tidak beroperasi. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk masuk ke wilayah Aceh Tamiang pada 4 Desember 2025, setelah akses terbuka kembali pada 3 Desember,” katanya, di Kantor IDAI, Jakarta, Senin, 22/12/2025.
Ia menyebutkan, tim kesehatan IDAI telah melakukan pelayanan di beberapa titik lokasi, antara lain Semandang, Paya Bedi, sekitar RSUD, serta wilayah Rantau Panjang. Dari rangkaian pelayanan tersebut, tercatat sekitar 2.400 anak telah mendapatkan layanan kesehatan secara langsung di lapangan.
Berdasarkan hasil pemantauan, penyakit yang paling banyak ditemukan pascabencana adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain itu, juga ditemukan kasus dermatitis, diare, gastroenteritis, infeksi kulit lainnya, serta sejumlah pasien anak yang mengalami demam.
Tidak hanya melayani anak-anak, Eka menegaskan, tim kesehatan IDAI juga memberikan pelayanan kepada para pendamping korban dan pengasuh anak.
“Keluhan yang ditangani meliputi hipertensi, gangguan pencernaan seperti dispepsia, arthritis, hingga pelayanan bagi ibu hamil,” ujarnya.
Selain itu, aspek kesehatan mental dan gangguan psikologis yang dialami korban bencana juga menjadi perhatian tim kesehatan IDAI.
Hingga saat ini, secara keseluruhan tercatat sekitar 4.500 jiwa telah mendapatkan layanan kesehatan, baik dari tim kesehatan IDAI maupun melalui posko bersama organisasi profesi lainnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
