Sabtu, 07 Februari 2026
Menu

Jemaah Muslim Ahmadiyah Arahkan Jalsah Salanah 2025 untuk Solidaritas Korban Banjir di Sumatera

Redaksi
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Jalsah Salanah 2025 Jemaah Muslim Ahmadiyah Indonesia tahun ini digelar di 23 lokasi berbeda di seluruh Indonesia.

Meski sejumlah wilayah di Sumatera masih dilanda banjir besar, kegiatan tahunan tersebut tetap berlangsung di daerah yang memungkinkan.

Amir Nasional Jemaah Ahmadiyah Indonesia Zaki Firdaus Syahid mengungkapkan bahwa Jalsah Salanah merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang temu dan penguatan hubungan antar jemaah. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Jalsah Salanah digelar di Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu, 7/12/2025.

“Jalsah Salanah ini momentum silaturahmi tahunan, Yang hadir jamaah dari yang di sini tentunya di daerah-daerah yang berdekatan,” ujar Zaki menjelaskan kegiatan Jalsah Salanah di Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu, 7/12.

Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, Jalsah Salanah 2025 juga diarahkan sebagai wadah untuk mendoakan para korban banjir bandang dan longsor di Sumatera. Zaki menyebut, sejumlah anggota jemaah turut menjadi korban sehingga terpaksa mengungsi.

“Kami sangat berduka. Kebetulan beberapa anggota kami juga terdampak sehingga harus mengungsi,” ungkapnya.

Beberapa lokasi Jalsah di provinsi-provinsi yang terdampak bencana terpaksa dibatalkan karena kondisi tidak memungkinkan untuk pelaksanaan kegiatan.

Dalam acara yang tetap berjalan, panitia mengimbau jemaah memberikan donasi guna membantu para korban. Lebih dari 3,7 juta warga Sumatera dilaporkan terdampak bencana tersebut.

Zaki juga menyampaikan bahwa tim relawan Ahmadiyah telah turun sejak hari kedua bencana melalui Humanity First untuk menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat.

“Sejak hari kedua bencana, tim Humanity First dari Ahmadiyah telah diterjunkan ke lapangan memberikan bantuan langsung kepada warga,” kata Zaki.

Ia menegaskan pentingnya ketabahan menghadapi musibah sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendoakan serta memberikan dukungan nyata bagi para penyintas yang masih bertahan di lokasi pengungsian.*

Laporan oleh: Muhammad Reza