Cak Imin Ingin PKB Bebas Dari PBNU, Pengamat: Pilihan Tepat!

FORUM KEADILAN – Muhaimin Iskandar kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk periode 2024-2029.
Usai penetapannya, politisi yang akrab disapa Cak Imin tersebut mengungkapkan harapannya agar PKB bisa mandiri dan bebas dari bayang-bayang PBNU.
Pengamat Politik Dedi Kurnia Syah menilai, pernyataan Cak Imin adalah pilihan yang tepat.
“Secara umum Muhaimin tepat menyatakan agar PKB bebas dari pengaruh PBNU, karena tidak ada korelasi apapun antar keduanya. Bahkan, ketika ketua umum PBNU memanggil Muhaimin terkait konflik yang PBNU buat sendiri, pemanggilan itu tidak miliki konsekuensi apapun, karena Muhaimin bukan bahwa PBNU,” katanya kepada Forum Keadilan, Minggu, 25/8/24.
Ia berpandangan, konflik PKB dan PBNU pada dasarnya dimunculkan oleh para elit NU. Para elit NU ingin diperhatikan oleh PKB dan Muhaimin.
“Sehingga Muhaimin atau PKB hanya sebatas melayani, dan itupun sepertinya tidak dilakukan oleh PKB. Jadi, konflik ini semacam halusinasi PBNU, seolah mereka diperhatikan PKB dan Muhaimin, padahal tidak,” ujarnya.
Oleh karena itu, bisa dikatakan polemik sebenarnya hanya akan dirasakan oleh PBNU, bukan PKB.
“Saat ini yang diperlukan tinggal inisiatif elit NU, apakah mereka hendak terus berpolitik atau kembali ke khitahnya, jika terus mengajukan konflik tetap yang akan menang adalah PKB,” ucap Dedi.
Sementara itu, terkait dengan Ma’ruf Amin yang dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Syuro PKB, Dedi menjelaskan bahwa Ma’ruf Amin memang kader PKB.
“Jadi sudah benar apa yang diyakini Muhaimin terkait PBNU, ia layak mengabaikan karena pada dasarnya PKB dan NU organisasi berbeda, tidak saling terkait,” tandasnya. *
Laporan Novia Suhari