Senin, 01 September 2025
Menu

Akan Gabung KIM Plus, Projo Ingatkan PKB, PKS dan NasDem Tak Target Kursi Kabinet

Redaksi
Bendum Projo Panel Barus (tengah) saat konferensi pers di Kantor DPP Projo, Pancoran, Jakarta Pusat, Jumat, 9/8/2024 | M. Hafid/Forum Keadilan
Bendum Projo Panel Barus (tengah) saat konferensi pers di Kantor DPP Projo, Pancoran, Jakarta Pusat, Jumat, 9/8/2024 | M. Hafid/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Organisasi kemasyarakatan (ormas) relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Projo mengingatkan agar partai politik yang akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus harus memiliki kesadaran persatuan nasional.

Pernyataan itu disampaikan oleh Bendahara Umum (Bendum) DPP Projo Panel Barus saat konferensi pers di Kantor DPP Projo, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 9/8/2024.

Mulanya, Panel mengatakan bahwa wacana pembentukan KIM Plus merupakan bentuk konsolidasi nasional. Hal itu, menurut dia, sejalan dengan pandangan Projo yang menginginkan agar Indonesia lebih maju ke depannya.

“Projo sejak sebelum Musra sudah berpikir bahwa bangsa ini butuh sebuah konsolidasi besar kalau bangsa ini mau lompat, karena syarat dari sebuah lompatan kemajuan bangsa adalah persatuan nasional,” kata Panel.

Meurut Panel, tanpa adanya persatuan nasional maka Indonesia tidak akan mengalami lompatan kemajuan. Oleh sebab itu, bagi dia, KIM Plus harus didukung oleh semua pihak.

“Jadi wacana KIM Plus ini adalah bagian dari konsolidasi besar bangsa ini yang harus didukung,” ujarnya.

Panel lantas mengingatkan kepada partai politik yang akan bergabung ke KIM Plus agar memiliki kesadaran nasional untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

“Jadi DPP Projo mengingatkan kepada teman-teman partai politik yang ingin bergabung dalam KIM supaya kesadaran bergabungnya adalah karena Indonesia harus mencapai Indonesia Emas 2045. Tidak lebih hanya karena itu. Bukan karena transaksi kursi kabinet,” tandasnya.

Isu pembentukan KIM Plus pertama kali dilontarkan oleh Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Menurut dia, KIM Plus ini akan diisi oleh partai politik yang semula berada di luar koalisi pendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Adapun partai politik yang disebut akan bergabung dengan KIM Plus antara lain, PKB, PKS, dan NasDem.*

Laporan M. Hafid