Survei IDN: Elektabilitas Ahmad Luthfi Tertinggi, Sudaryono Kedua di Pilgub Jateng

FORUM KEADILAN – Mantan Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sudaryono bersaing ketat dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2024.
Berdasarkan simulasi terbuka dari hasil survei yang dilakukan oleh Indeks Data Nasional (IDN), elektabilitas Ahmad Luthfi berada di urutan pertama dengan perolehan sebesar 13,5 persen. Kemudian disusul oleh Sudaryono dengan perolehan sebesar 9,6 persen.
“Sedangkan di posisi ketiga disusul oleh mantan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen sebesar 4,6 persen dan di posisi keempat diikuti oleh Dico Ganinduto Bupati Kendal sebesar 3,7 persen,” kata Direktur Eksekutif IDN Syifak Muhammad Yus dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin, 15/7/2024.
Angka tersebut, menurut Syifak, juga tidak jauh berbeda dalam hasil simulasi tertutup. Dalam simulasi ini, Ahmad Luthfi masih menempati posisi teratas dengan perolehan 17,6 persen, diikuti oleh Sudaryono dengan perolehan 13,3 persen. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh Taj Yasin Maimoen dengan 11,6 persen.
Sementara secara popularitas, kata Syifak, Ahmad Luthfi masih berada di urutan pertama dengan persentase sebesar 60,1 persen. Diikuti oleh Taj Yasin dengan keterpopuleran sebesar 58,8 persen, dan di urutan ketiga ada Sudaryono dengan perolehan 48,3 persen.
Namun, Syifak menilai bahwa persentase yang diperoleh Ahmad Luthfi dan Sudaryono serta tokoh lainnya terbilang masih rendah untuk setingkat gubernur. Sebab, lanjut dia, secara keterkenalan dari semua nama tersebut tidak ada yang mencapai 75 persen.
“Artinya, baik Ahmad Luthfi, Taj Yasin, Sudaryono dan lain-lain itu belum mencapai angka popularitas yang tinggi karena yang paling tinggi hanya mencapai angka 61,1 persen, ini menurut kita belum cukup terkenal sebenarnya,” ujarnya.
Adapun survei tersebut digelar pada 30 Juni hingga 7 Juli 2024 dengan melibatkan 1.200 responden dengan margin of error = + 2.8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dan melalui metode dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).*
Laporan M. Hafid