Menang di Praperadilan, Pengacara Pegi Setiawan Minta Polda Jabar Ganti Rugi

Kuasa hukum Pegi Setiawan alias Perong, Toni RM di Gedung Merah Putih KPK, Kamis, 20/6/2024. I Merinda Faradianti/Forum Keadilan
Kuasa hukum Pegi Setiawan alias Perong, Toni RM di Gedung Merah Putih KPK, Kamis, 20/6/2024. I Merinda Faradianti/Forum Keadilan

FORUM KEADILANPegi Setiawan resmi menang dalam sidang praperadilan yang dipimpin oleh Hakim tunggal Eman Sulaeman menyatakan status tersangka pembunuhan Vina dan Eky tidak sah atau harus digugurkan.

Di samping itu, pihak kuasa hukum Pegi Setiawan menyatakan akan meminta ganti rugi kepada Polda Jabar karena sudah menetapkan pihaknya sebagai tersangka kasus kematian Vina tidak sesuai dengan prosedur.

Bacaan Lainnya

“Jadi tadi kalau mengenai rehabilitasi sudah dimuat dalam amar (putusan), hanya ganti kerugian yang belum,” ujar kuasa hukum Pegi Setiawan, Toni RM usai sidang praperadilan, Senin, 8/7/2024.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tak ingin pekerjaan kuli bangunan Pegi Setiawan diremehkan.

Oleh maka itu, kuasa hukum Pegi Setiawan menekankan akan melakukan gugatan ganti kerugian.

“Supaya jangan meremehkan kuli bangunan, kami tim penasihat hukum dari kuli bangunan Pegi Setiawan ini akan mempertimbangkan untuk melakukan gugatan ganti kerugian,” tegasnya.

Diketahui, ganti rugi tersebut dibagi menjadi dua jenis yaitu materil dan immateril.

Ganti rugi materiil berkaitan dengan kerugian materi seperti gaji Pegi dari pekerjaannya sebagai kuli bangunan.

Sejak ditahan sejak Mei 2024 lalu, Pegi tidak dapat bekerja hingga hampir dua bulan dan kerugian materil ini kemungkinan berkaitan dengan pengupahan selama dirinya  tidak bekerja.

Di samping itu, kerugian immateril yang berkaitan dengan nama baik dan rasa malu karena dituduh sebagai pelaku pembunuhan.

Toni juga sebelumnya menegaskan bahwa kerugian immateril ini tak mempunyai batasan sehingga untuk angka tepat kerugiannya harus didiskusikan lebih lanjut.

Hakim Terima Gugatan Praperadilan Pegi Setiawan

Pengadilan Negeri (PN) Bandung mengabulkan gugatan praperadilan Pegi Setiawan.

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Bandung Eman Sulaeman menetapkan bahwa penetapan tersangka terhadap Pegi di kasus pembunuhan Vina Cirebon tidak sah.

“Mengadili, mengabulkan praperadilan pemohon untuk seluruhnya. Menetapkan penetapan tersangka kepada pemohon atas nama Pegi Setiawan beserta surat lainnya dinyatakan tidak sah dan batal secara hukum,” kata Eman Sulaeman saat membacakan putusan di PN Bandung, Senin, 8/7/2024.

Hakim memerintahkan, Polda Jawa Barat (Jabar) untuk segera membebaskan Pegi dari tahanan.

Polda Jabar juga wajib mengembalikan harkat, martabat hingga kedudukannya usai putusan tersebut.

“Memerintahkan kepada termohon untuk menghentikan penyidikan kepada pemohon. Memerintahkan kepada termohon untuk membebaskan pemohon dari tahanan,” pungkasnya.*