Tewas Ditangan Teman, Ibu dan Adiknya Luka Tusuk

0

Diduga, karena pengaruh Narkoba, Eko (23) nekad membunuh temannya sendiri, dengan senjata tajam, di Lorong Ampera, RT 14, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Jumat pagi, 6 Juli 2018.

Berdasarkan keterangan saksi, Diki. Sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi, dirinya (Diki) bersama pelaku, Eko Saputra (25),  sempat numpang bermalam, tidur di kamar korban Wahyu (27). Beralamat RT 14, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Broni, Kota Jambi.

Diki mengaku, pada malam itu, ia, Pelaku dan korban tidur bertiga, dalam satu kamar, milik korban Wahyu. Pagi harinya, Jumat (6/7) ia (Diki) terbangun, setelah mendengar teriakan dari korban (Wahyu), yang ketika itu telah tergeletak bersimbah darah, diatas tempat tidur nya, karena ditusuk dengan senjata tajam oleh pelaku (Eko.)

Diki mengaku, ketika itu, dirinya berusaha untuk menghentikan perbuatan Eko, tetapi gagal. Diduga, karena suara teriakan korban, Ibu Wahyu, Rohimah (49) dan adik korban, Yogi (20), hendak masuk melihat adanya suara kegaduhan dikamar anaknya Wahyu. Tetapi dengan bersamaan, pelaku (Eko) yang akan melarikan diri itu, sempat melakukan penganiayaan.

Sehingga Ibu korban Rohimah (49) dan adik korban, Yogi (20), mengalami luka luka. Rohimah tersayat senjata tajam pelaku Eko, di bagian dada, tangan kiri dan bagian sebelah kanan perut. Sedangkan Yogi, adik korban, mengalami luka tusuh di bagian bahu kiri. Hingga keduanya menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan Wahyu, meninggal dunia.

Adik Korban Yogi (19) dan ibu Korban (Wahyu) Rohima (49), sedang dirawat di rumah sakit (Rudi)

Menurut warga setempat, diduga keras. Pada Jumat pagi itu Pelaku Eko sedang mengkon sumsi Narkoba. “ Entah apa pasal sebabnya, tiba tiba pelaku menyerang korban Wahyu dengan senjata tajam, dan akhirnya Wahyu tewas, dengan luka tikam senjata tajam yang mengenai pada bagian dada dan perutnya.

Menurut Rohimah (Ibu Wahyu), saat ditemui wartawan di kediamannya bercerita bahwa dirinya tidak mengetahui permasalahan apa yang dialami keduanya. Awalnya dirinya hanya mendengar suara ribut antara pelaku dan anaknya. “Aku pikir yang bebala abang sama adiknya. Rupanya anak aku sudah bedarah-darah di kamarnya,” kata Rahimah.

Melihat hal itu, dirinya mencoba untuk melerai. Namun, terkena sabetan pisau pelaku. Setelah itu, Eko mencoba kabur. Tak lama Yogi yang tengah tidur pun terbangun dan keluar dari kamarnya. Eko yang akan keluar rumah pun langsung menusukkan pisaunya ke bahu kiri Yogi. “Aku keluar kamar tu karna dengar ribut-ribu. Di situ aku langsung berpapasan dengan Eko,” sebut Yogi.

Warga sekitar yang mendengar kejadian itu langsung mengamankan Eko. Asep warga sekitar menyebutkan, dirinya baru mengetahui peristiwa itu sekira pukul 08.00 WIB setelah kejadian. Menurut Asep, setelah kejadian, keluarga Eko sudah tidak terlihat lagi di rumahnya. “Mungkin pergi menyelamatkan diri, karena takut diamuk massa. Padahal adiknya mau nikah siang ni. Bisa jadi batal nikah,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 11.00 WIB, warga ramai memadati rumah duka. Korban Wahyu direncanakan, untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Singkawang, Broni, selepas Salat Jumat. Sementara itu, pelaku langsung diamankan oleh Polsek Telanai pura, Kota Jambi. Kapolsek Telanaipura, AKP Teguh Patriot mengatakan, pihaknya telah mengamankan tersangka pembunuhan bernama Eko Saputra (25) yang beberapa jam sebelumnya menghabisi nyawa temannya.

Nampak situasi pembantaian oleh pelaku Eko, di Legok, sedang dilakukan olah TKP oleh Polisi. (tribunjambi)

Teguh mengatakan, saat ini Eko sedang diperiksa penyidik Polsek untuk mengetahui motif aksinya yang nekat membunuh temannya sendiri. Polisi juga akan memeriksakan Eko ke rumah sakit, guna mengetahui, apakah tersangka memakai narkoba atau dalam keadaan tidak sadarkan diri. “Kita masih terus mengembangkan kasus ini, guna mengetahui motif dalam aksi tersangka menghabisi nyawa temannya sendiri,” kata Teguh.

 “Perbuatan tersangka Eko Saputra, untuk sementara dikenakan dalam Pasal 338 KUHP, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Pasal itu juga bisa berubah, sesuai hasil pemeriksaan terhadap tersangka nantinya,  apakah pembunuhan berencana atau tidak. Kapolsek menjelaskan korban dan pelaku adalah sama-sama bertetangga dan rumah mereka juga berdekatan.

 “Polisi belum bisa menyimpulkan, atas motif peristiwa ini, karena masih didalami. Untuk sementara diketahui, pelaku melakukan perbuatannya, diduga, karena pengaruh narkoba,” jelas Teguh.

Kanit Reskrim Polsek Telanaipura, Ipda Budi Suwarto membenarkan adanya penusukan tersebut, para korban yaitu Wahyu (27), Rohimah (49) yang merupakan ibu Wahyu dan Yogi Saputra (19) adik Wahyu. “Korban Wahyu meninggal dunia,” kata Budi kepada wartawan. Dia menambahkan, korban penusukan tersebut saat ini telah dibawa ke Puskemas Putri Ayu, untuk mendapatkan pertolongan intensif.

Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolsek Telanaipura untuk menjalani pemeriksaan. Untuk motif penusukan yang membuat satu korban tewas, pihak kepolisian belum bisa menyebutkan secara gamblang karena masih dalam proses penyidikan. “Pelaku penikaman juga akan dites urinenya di rumah sakit polisi untuk memastikan pelaku sedang di bawah pengaruh obat terlarang atau tidak,” kata Kapolsek Telanaipura, AKP Teguh Patriot.(Djohan)