Google Sepakat Bayar 300 Lebih Penerbit dan Insan Kreatif di Uni eropa

FORUM Keadilan – Penerbit di Uni Eropa yang terdiri dari beberapa negara seperti Jerman, Prancis, serta empat negara lain yang memiliki tugas untuk menerbitkan pemberitaan akan dibayar oleh induk usaha Google, Alphabet. Tak hanya itu, guna meperluas jaringan, Google juga akan menghadirkan sebuah alat atau sebuah fitur yang dalam waktu dekat bisa digunakan untuk mengetahui apakah konten yang akan digunakan bisa digunakan dengan gratis atau ada lisensi berbayar.

Langkah yang diumumkan secara publik pada Rabu (11/5) mengikuti adopsi aturan hak cipta penting yang diberlakukan oleh Uni Eropa sejak tiga tahun lalu. Beleid tersebut menuntut Google dan platform online lainnya untuk membayar insan kreatif seperti musisi, pemain, penulis, penerbit berita dan jurnalis jika menggunakan karya mereka.

Seperti diketahui, kalangan penerbit dan insan kreatif di Uni Eropa dikenal sebagai kritikus paling keras kepada Google, mereka telah lama mendesak pemerintah untuk memastikan platform online membayar remunerasi yang adil untuk konten yang telah mereka buat.

Negara-negara Yang Mengapresiasi Konten Insan Kreatif

Baca Juga

Tahun lalu, tepat ditengah pandemi Covid-19 negara Australia telah memberlakukan kewajiban siapapun di negara tersebut untuk membayar royalti apabila menggunakan konten yang ada di dunia maya dan didapat melalui mesn pencari Google. Begitu juga dengan negara Kanada yang memperkenalkan undang-undang serupa bulan lalu. Langkah yang sama juga dilakukan para penerbit di Perancis dengan membayar konten yang digunakan sebagai apresiasi dengan apa yang telah dibuat oleh penerbit dan insan kreatif di Uni eropa.

“Sejauh ini, kami memiliki perjanjian yang mencakup lebih dari 300 publikasi berita nasional, lokal dan spesialis di Jerman, Hongaria, Prancis, Austria, Belanda dan Irlandia, dengan lebih banyak diskusi yang sedang berlangsung,” kata Sulina Connal, Direktur Kemitraan Berita dan Penerbitan Google, dalam sebuah postingan blogpost.

Blog tersebut tidak mengatakan berapa banyak penerbit yang dibayar. Namun dua pertiga dari grup yang ada merupakan penerbit yang berdomisisli di Jerman termasuk Der Spiegel, Die Zeit dan Frankfurter Allgemeine Zeitung.

“Kami sekarang mengumumkan peluncuran alat baru untuk membuat penawaran kepada ribuan penerbit berita lainnya, dimulai di Jerman dan Hungaria, dan diluncurkan ke negara-negara Uni Eropa lainnya selama beberapa bulan mendatang,” kata Connal melalui tulisannya.

Fitur Pratinjau Google Sebagai Info Biaya Lisensi

Alat atau fitur ini menawarkan kepada penerbit sebuah perjanjian berupa pratinjau berita yang bisa diperpanjang dan akan memungkinkan Google menampilkan cuplikan dan gambar mini dengan biaya lisensi pada mesin pencari.

Keputusan Google untuk bersedia membayar kepada para penerbit di negara-negara Uni Eropa, setidaknya menjadi titik balik dari ‘polemik’ yang terjadi selama ini. Meski demikian, para raksasa teknologi yang umumnya di dominasi perusahaan-perusahaan asal AS, belum bisa tenang dengan aturan tersebut.

spot_img

Berita Terkait

Berita Lainnya

Sumbang Satu Emas, Tim...

Jokowi: Ini Buat Tambahan...

Berkas Dea OnlyFans Dilimpahkan...

Gala Dinner Dengan Miyabi...

4 Aplikasi Sadap WhatsApp...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Berita Terkini

spot_img