Polres Bangka Tengah Adakan Penyuluhan Radikalisme Dan Anti Terorisne

0

Polres Bangka Tengah, Forum Keadialan, (10/7/2018)Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison L.B Sitanggang yang diwakili kasat Binmas Iptu Nurmansyah dan Kapolsek Simpangkatis AKP Raden Hasir SH MH bersama Ketua FKUB Namang H. Huzairan telah memberikan pembinaan dan penyuluhan tentang Pencegahan Paham Radikalisme dan Anti Terorisme, di Aula Kecamatan Namang Kab. Bangka Tengah, Selasa malam.

Hadir dalam acara Binluh ini yaitu Kasat Binmas Polres Bangah Iptu Nurmansyah, Kapolsek Namang Ipda Deni, Babinkamtibmas Wilayah Kec. Namang, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Se Kecamatan Namang.

 

AKP Raden Nasir mengawali penyuluhan nya, menyampaikan sejarah adanya teroris di Indonesia sekitar tahun 2000 an yaitu Bom Bali 1 dan 2, dan ini akibat pemahaman yang salah dari Jihat.
Melakukan pengeboman itu sama saja melakukan pengrusakan di muka bumi, padahal sudah jelas dalam islam itu, kita dilarang melakukan pengrusakan di muka bumi. Di jaman Nabi Muhammad Saw dalam menyebarkan tauhid, tidak dengan cara kekerasan, tapi dengan cara kedamaian seperti memberikan contoh ahlakul karimah (ahlak/ budi pekerti yg mulia), ujarnya.

Di akhir penyuluhannya, AKP Raden Nasir mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi dengan TNI- Polri dan Pemerintah dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme.

Di tempat yang sama, H. Huzairan juga mengajak kepada seluruh masyarakat Bangka Belitung, khususnya Bangka Tengah, lebih khusus Wilayah Namang untuk menolak paham radikal dan kekerasan lainnya.

Mari kita bersama sama, bergandeng tangan seluruh umat bersama Aparat untuk mencegah masuknya paham radikalisme dan teroris ke wilayah kita, pesan H. Huzairi.

Berjihad menurut Islam, tidak dengan cara melakukan peperangan, apalagi di Indonesia ini termasuk negara dalam situasi damai, sehingga Jihat yang paling besar yaitu perang melawan
hawa nafsu, ujar H. Huzairi.

Lebih lanjut, H. Huzairi juga menyampaikan, bahwa kita bekerja mencari nafkah buat keluarga juga jihad, kita menuntut ilmu itu juga jihad, kita taat kepada ulama dan umaro juga termasuk jihad, ‘Atiiulloh wa ‘atiiurrosul wa ‘ulil amri minkum. Taatlah kepada Allah dan Rosul serta Pemimpinmu.

Jadi selain kita taat kepada Allah dan Rosul, kita juga harus taat kepada Pemimpin, baik itu pemimpin yang ada di Pusat, dalam hal ini Presiden maupun yang ada di Provinsi Babel, dalam hal ini Gubernur, Kabupaten Bangka maupun di Kecamatan Namang Bangka Belitung.(Musrifah)