Pegawai Pajak Pratama Bangka Disamber Saber Pungli

0

Forumkeadilanbabe, Pangkalpinang – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumsel-Babel M Ismiransyah M Zain mengaku sangat menyesalkan atas kejadian oprasii tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saiber Pungli Polda Kep. Babel terhadap salah satu anak buahnya yang bertugas di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka. M Ismiransyah M Zain yang lebih akrab dipanggil Rendy ini juga meminta maaf kepada masyarakat atas perbuatan anak buahnya sehingga kena OTT.

“Saya sangat menyesalkan hal ini terjadi. Peristiwa ini sekaligus mengingatkan seluruh pejabat dan pegawai perpajakan untuk tidak melakukan hal yang serupa. Atas kejadian ini saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat. Saya sadar ketidak maksimalan saya dalam melakukan kontrol karena memang ada keterbatasan. Kami serahkan sepenuhnya proses hukum oknum tersebut ke kepolisian. Kami mengapresiasi pihak penyidik kepolisian yang sudah melakukan proses tahapan hukum yang sudah sangat baik,” aku Rendy ketika dimintai tanggapannya terkait OTT Tim Saber Pungli terhadap anak buahnya melalui telepon selulernya, Kamis (12/4/2018).

Dengan kejadian ini, pihaknya menghimbau kepada wajib pajak untuk tidak meminta bantuan kepada pegawai pajak dalam mengurus atau membayar kewajiban pajak, sehingga hal serupa tidak terulang. Termasuk janji janji manis kepada pegawainya.

“Silakan wajib pajak mengurus dan membayar pajak sendiri sesuai dengan prosedur yang ada. Jangan ada titip-titipan ke pegawai yang akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kejadian ini,” pungkasnya.

Sebelumnya Tim Siber Pungli Polda Kep. Babel dikabarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang oknum pegawai pajak berinisial HR di depan rumah makan Ayam Teriak Air Itam, Senin (9/4/2018) lalu.

Dalam drama penangkapan yang fotonya sempat di uploud di FB terlihat pria berbaju putih disergap oleh beberapa orang yang berseragam putih hitam. Informasi yang berhasil dikumpulkan pria tersebut merupakan oknum pegawai pajak dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangka berinisial HR yang bertugas mengawasi dan memberikan konsultasi kepada wajib pajak. Dari tangannya disita uang puluhan juta yang terbungkus dalam amplop coklat.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Syaiful Zachri membenarkan kabar adanya OTT terhadap pegawai pajak tersebut. “Ya benar, masih pendalaman,” kata Syaiful Zachri, Rabu (11/4/2018) seperti dikutip di media online radarbangka.com.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Bangka Dwi Hariyadi saat dikonfirmasi, tidak membantah adanya penangkapan dalam OTT tersebut. “Ya jadi memang oknum pegawai kita yang terjaring OTT. Masalah sanksi pegawainya ada tahapan setelah ada keputusan pengadilan. HR ini adalah pegawai yang memang mengawasi dan memberikan konsultasi bagi wajib pajak,” ujarnya, Rabu (11/4/2018) kemarin.

Kepala KPP Pratama Bangka, Dwi Hariyadi ini sebelumnya telah berjanji akan menindak tegas terhadap anak buahnya yang terjaring dalam OTT tersebut. “Secara institusi saya sangat marah dan kesal, kalo benar pegawai saya terjaring OTT. Ini saya masih menunggu kabar dari Polda, apakah benar itu pegawai saya, jika terbukti, akan saya sanksi terbuka seperti sanksi pecat,” janji Dwi Hariyadi.
Oleh karenanya Dwi meminta agar pegawainya dalam melaksanakan tugas mengacu pada standar pelayanan yang sesuai aturan sehingga hal ini tidak terulang ke depannya.
“Jangan memberi peluang adanya pungli. Yang ingin pelayanannya cepat dan tak ingin berbelit harus bayar. Masyarakat pun juga jangan mau dan juga harus ikut aktif melakukan pemberantasan pungli dengan tidak memberikan imbalan apapun,” harapnya.