Sekjen Kementerian PUPR: Huntap Korban Semeru Selesai Sebelum Akhir Masa Transisi Darurat

FORUM Keadilan– Sekjen PUPR Mohammad Zainal Fatah melaporkan, sebanyak 1.951 unit huntara/huntap dibangun dilahan Perhutani dengan luas 81,55 hektar. Pembangunan huntara ditargetkan selesai dalam satu bulan, sedangkan pembangunan huntap yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR ditargetkan selesai sebelum fase transisi darurat berakhir atau pada 24 Maret 2022.

“Saat ini sudah ada satu unit rumah contoh yang diharapkan dapat menjadi acuan untuk standar pembangunan huntara,” papar Mohammad Zainal Fatah saat mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meninjau lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur. Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12/2021) lalu, dengan mengeluarkan abu vulkanik hingga mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, pada Jumat (14/1/2021)

Turut hadir mendampingi Wapres Ma’ruf Amin, diantaranya Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Lumajang Thoriqul Haq, dan Kepala Balai Besar Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur M. Reva Sastrodiningrat.

Wapres Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa proses pembangunan huntara ini ke depan akan dilanjutkan dengan hunian tetap (huntap). Untuk itu, dia mengharapkan agar pembanguan segera dipercepat sehingga secepatnya dapat dihuni oleh para pengungsi.

“Saya pastikan masyarakat bisa menghuni huntara sebelum Idulfitri. Sekarang bapak ibu tenang, Insyaallah di hunian sementara kemudian bisa di hunian tetap. Insyaallah Lebaran sudah bisa menghuni,” terang Wapres Ma’ruf Amin.

Menurut Fatah, untuk mendukung hunian tersebut Kementerian PUPR juga akan membangun instalasi air minum yang bersumber dari Kali Tunggeng dengan debit 10 liter/detik dan Hutan Bambu dengan debit 134 litet/detik.

“Selain bangunan, dilengkapi juga fasilitas lain untuk mengakomodasi kegiatan sehari-hari warga seperti, fasilitas umum, masjid, sekolah, sarana olahraga, lapangan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), pasar, dan tempat pemakaman,” terang Fatah.

Untuk prasarana sanitasi, dibangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). “Saat ini masih dilakukan tahap perencanaan dan land clearing. Konstruksi akan dimulai pada Bulan April 2022 dan ditargetkan selesai Oktober 2022,” tandas Fatah.

Huntara dibangun berukuran 4.8 m x 6 m berada di belakang dan menyatu dengan huntap. Adapun fasilitas berupa kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi. Huntara tersebut dibangun melalui prakarsa dari para donatur dan lembaga swadaya masyarakat.

Sedangkan untuk huntap dibangun Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV Kementerian PUPR dengan Teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) berukuran 6 m x 6 m dibangun pada tanah seluas 10×14 meter untuk setiap Kepala Keluarga (KK).

spot_img

Berita Terkait

Berita Lainnnya

Danrem: Penanganan Papua Berubah...

Indah Cleo DJ Terpopuler...

Dua Orang Tewas Akibat...

ICJR: 404 Terpidana Mati...

Kunker Ketua MPR ke...

Inter Milan Boyong Bek...

Warga Yordania Pukul Petugas...

Laporan Pedagang Bone Bolango...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Berita Terkini

spot_img