Tegas dan Berani

Tukang Parkir Pembunuh Pensiunan TNI AL

0

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Indra Jafar mengatakan, pembunuh pensiunan TNI AL, Hunaedi telah ditangkap di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan.

“Satu (pelaku). Sudah ketangkap. Saya belum kenal siapa orang itu. Nanti kami rilis,” ujar Indra saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 12 April 2018.

Saat ini, pelaku masih diamankan di Markas Polres Metro Jakarta Selatan. Rencananya, polisi akan merilis kasus tersebut sore ini. “Sudah (di Polres). (Dirilis) habis azhar,” kata Indra.

Aksi pembunuhan itu berawal ketika Hunaedi sedang mengaji di ruang tengah rumahnya di Kompleks TNI AL, Jalan Kayu Manis, RT 7, RW 6, Nomor 18, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis, 5 April petang.

Tiba-tiba, korban mendengar ada suara ketukan pintu yang berasal dari luar rumahnya. Saat korban membukakan pintu, tamu misterius itu langsung menyerang hingga korban tersungkur di lantai.

Sopiah, istri korban, sempat melihat suaminya bergumul dengan pelaku sebelum melarikan diri.

Hunaedi meregang nyawa karena mengalami dua luka tusuk di bagian dada kiri dan satu luka di lengan kiri.

Polisi meringkus Supriyanto, pelaku pembunuhan itu. Tersangka diketahui biasa berprofesi sebagai tukang parkir di kawasan Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, Tangerang Selatan.

“Tukang parkir di putaran UIN,” tutur Supriyanto di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018).

Menurut pria berusia 20 tahun itu, uang senilai Rp 3,4 juta yang digasak dari korban digunakan untuk keperluan sehari-hari. Terlebih, dia harus memperpanjang masa sewa tempat tinggal yang ditempatinya bersama pacarnya.

“Buat bayar kosan. Beli baju, celana,” jelas dia.

Dia pun mengaku tidak ada niatan untuk membunuh korban. Saat mengambil uang, keributan terjadi dan akhirnya senjata tajam digunakan agar dapat melarikan diri.

“Saya enggak ada maksud mau membunuh,” kata Supriyanto.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, pelaku dibekuk dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat penangkapan, tersangka sedang terlibat cekcok dengan sejumlah orang.

“Sampai di sana, ditemukan beberapa orang dan ada dua orang yang memang sedang ribut. Salah satu tim yang ada di sana melihat seseorang yang ada ciri khusus di tato lengannya,” ujar Indra.

Tato tersebut merupakan ciri dari pelaku pembunuhan purnawirawan TNI AL. Setelah diinterogasi mendalam, tersangka mengakui perbuatannya dan bersikap kooperatif.

“Kadang dia nongkrong di situ (lokasi keributan) dengan tukang parkir,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.