Tegas dan Berani

Biarpun Punya Jimat, Pembunuh Sopir Go Car Tewas Ditembak

0

Anggota tim Jatanras Polda Sumatra Selatan (Sumsel) kembali menembak mati satu tersangka pembunuh sopir Gocar atas nama Hengki Sulaiman  yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang.

Tersangka yang sebelumnya melarikan diri setelah mengetahui Poiman, rekannya sesama pelaku pembunuhan, ditembak mati polisi pada 29 Maret 2018. “Pelariannya terhenti dengan tindakan tegas ditembak mati ketika akan ditangkap petugas di Brebes, Jawa Tengah, Rabu (11/4),” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara di Palembang, Kamis (12/4/2018).

Jenazah tersangka pembunuhan itu, setelah dibawa dari Brebes ke Rumah Sakit Bhayangkara, Palembang, untuk diautopsi, sudah diserahkan kepada keluarganya di Kabupaten Banyuasin. Dia menjelaskan, aksi pembunuhan sopir Gocar tersebut dilakukan empat orang, dua di antaranya adalah Poiman dan Hengki yang ditembak mati karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.

Kemudian, tersangka lainnya, Bayu, berhasil diamankan setelah dilumpuhkan dengan tembakan petugas, sedangkan Tyas diamankan petugas setelah diantar orang tuanya menyerahkan diri kepada penyidik tugas Subdit III Kejahatan dan Kekerasan yang menangani kasus pembunuhan itu.

Dengan ditemukannya Hengki oleh anggota tim Jatanras dan ditembak mati, semua tersangka pembunuh sopir Gocar Tri Widyantoro, yang dinyatakan hilang pada Kamis (15/2) setelah mengantar penumpang yang diketahui keempat tersangka, telah diamankan.

“Sopir taksi daring, yang beroperasi di ibu kota Provinsi Sumsel yang sempat resah ketika muncul kasus pembunuhan itu, diharapkan bisa melakukan aktivitas pelayanan transportasi warga kota ini dengan tenang dan aman,” ujar Kapolda.

Usai menghabisi nyawa Try pada pertengahan Februari 2017, Hengki kabur. Keberadaan Hengki mulai terendus dari postingannya di media sosial.

Di mana dalam foto itu Hengki terlihat selfie di salah satu rumah yang sedang dalam tahap pembangunan. Tidak ingin buang waktu, polisi langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Hengki. Karena melawan, dia terpaksa diterjang timah panas.

“Hengki sendiri mati di Rumah Sakit di Brebes usai ditembak satu lubang pada bagian dada kiri,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (13/4/2018).

Setelah ditembak mati, jenazah Hengki langsung dibawa ke Jakarta. Selanjutnya diterbangkan ke Kota Palembang dan tiba pada Kamis (12/4) sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat ini jenazah masih dilakukan otopsi. Selanjutnya akan dibawa pihak keluarga untuk pemakaman di kampung halaman Desa Mulya Jaya, Lalan, Musi Banyuasin.

“Ini saya mau serah terima jenazah sama keluarga Hengki dari polisi. Kalau sudah selesai semua rencanaya mau langsung dimakamkan,” kata Fredi, Kades tempat Hengki tinggal saat ditemui di Mapolda Sumsel.

Syahdan, Hengki disebutsebut memakai jimat agar keberadaanya tidak terlacak polisi. “Jimat ini ditemukan dalam saku Hengki usai ditembak di Brebes, Jawa Tengah. Dia sengaja pakai jimat agar tak terlacak. Tapi anggota saya ini lebih mantap,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (13/4/2018).

Jimat Hengki

Menut Kspolda jimat yang dipakai Hengki ada dua jenis. Baik dalam bentuk selembar kertas beraksara huruf arab dan dua logam berbentuk keris kecil dan wayang.

Selain jimat, barang bukti lain ditemukan di saku Hengki berupa pas foto ukuran 3×4, foto copy KTP dan dua lembar surat cinta berbalas dari sang kekasih inisial DS.

“Semua barang bukti didapat dari saku. Termasuk surat cinta dari sang kekasih. Hengki sendiri mati di Rumah Sakit di Brebes usai ditembak satu lubang pada bagian dada kiri,” kata Zulkarnain

Leave A Reply

Your email address will not be published.