Tegas dan Berani

Lagi, Polisi Tangkap Tersangka Anggota Muslim Cyber Army

0

Tim Bareskrim Mabes Polri menangkap seorang pelaku ujaran kebencian berinisial BG (35 tahun) di Kampung Desa Jati, Desa Banten, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara. Penangkapan bekerja sama dengan Polres Serdang Bedagai dan Polsek Dolok

Tersangka dari kelompok penyebar ujaran kebencian di media sosial yang menamakan diri The Family MCA (Muslim Cyber Army).

Nama lengkapnya Bobby Gustiono memiliki dua akun Facebook dengan identitas ‘Bobby Siregar’ dan ‘Bobby Gustiono’. Polisi menyatakan kedua akun tersebut diduga digunakan sebagai wadah untuk menyebarkan ujaran kebencian.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan Bobby merupakan salah satu penggerak dalam kelompok The Family MCA. Dia mengungkapkan, pelaku merupakan salah satu administrator dari tiga akun grup Facebook dengan nama MCA.

“Pelaku yang menggunakan profile picture seorang anak kecil di Akun FB Bobby Siregar dan Bobby Gustiono. Selain sering memposting hate speech, SARA dan hoaks ke grup-grup Facebook yang diikutinya (lebih dari 50 group Facebook),” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Selain menyebarkan ujaran kebencian, menurut Fadil, tersangka juga memiliki tugas khusus memberikan laporan akun lawan agar dilakukan suspend atau penonaktifan. “Bahkan, pelaku mampu menonaktifkan lebih dari 300 akun Facebook setiap bulannya,” kata Fadil.

Selain itu, Fadil mengatakan, tersangka juga sering memberikan tutorial atau pelatihan kepada anggota grup-nya untuk membuat akun Facebook palsu yang terlihat asli dengan mencuri identitas orang lain. Tersangka mengambil identitas orang lain seperti KTP Elektronik, SIM dan Paspor. “Melalui google agar tidak di-suspend,” ujar Fadil.

Saat ditangkap di kediaman mertuanya, menurut Fadil, tersangka mencoba untuk melarikan diri dan menghilangkan barang bukti untuk tidak terlacak jejaknya oleh aparat kepolisian. Namun, polisi berhasil menyita barang bukti dua buah ponsel yang tersimpan jejak digital sejumlah ujaran kebencian dalam berbagai bentuk.

Fadil mengatakan, tersangka sudah mengakui sengaja menyebarkan konten hoaks tersebut. Namun soal motif, Fadil belum mau mengungkapkannya. “Sampai saat ini penyidik masih terus mendalami motif tersangka melakukan kejahatan tersebut,” kata dia.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan tersangka yang diamankan pihak berwajib itu merupakan warga Jalan WR Supratman, Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara. Tersangka BG diringkus, menurut dia, dalam dugaan tindak pidana dengan sengaja menunjukkan kebencian kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis.

“Tersangka dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu, kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA),” ujar Rina di Medan, Ahad (4/3).

Ia menyebutkan, perbuatan SARA tersebut, dikenakan melanggar Pasal 16 Jo Pasal (4) hurup b angka 1 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Selain itu, Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU 11 Tahun 2008 yang diduga dilakukan oleh akun Fecebook “Bobby Siregar”.

“Selanjutnya, BG yang diciduk aparat keamanan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) hari ini, Minggu (4/3) langsung diboyong Tim Bareskrim Polri ke Jakarta,” ujar mantan Kapolres Binjai itu

Leave A Reply

Your email address will not be published.