Istri Bupati Ikut Diperiksa Penyidik, Terkait Penyimpangan Dana CSR PT Timah

0

Forumkeadilan.com, Pangkalpinang–Pengusutan kasus penyimpangan dana Coorperate Social Responsibilty (CSR) PT Timah oleh penyidik di bagian pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel) hingga saat ini masih terus berlanjut.

Buktinya, istri Bupati Bangka, yakni Hj. Mina, Rabu (3/1/2017) siang sekitar pukul 10.45 WIB, terlihat mendatangi gedung Pidsus Kejati Babel.

Dengan didampingi 4 orang rekannya, ketua PKK Kabupaten Bangka ini langsung menaiki tangga menuju lantai atas gedung Pidsus Kejati Babel guna menjalani pemeriksaan terkait dana CSR dari PT Timah yang diterima pada tahun 2015 silam.

Hingga pukul 13.30 WIB, Mina masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Pidsus Kejati Babel.

Pemeriksaan istri Bupati Bangka ini oleh penyidik di bagian Pidsus Kejati Babel dibenarkan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel, Eddy Ermawan SH MH melalui Kasi Penyidik Pidsus Kejati Babel, Wilman SH MH.

Diakui Wilman kehadiran istri Bupati Bangka (Mina, red) ke gedung Pidsus Kejati Babel untuk menjalani pemeriksaan terkait persoalan dugaan penerima bantuan dana CSR PT Timah.

“Iya betul. Dia datang untuk diperiksa terkait dana CSR PT Timah yang diterima di tahun 2015,” kata Wilman, Rabu (3/1/2018) petang.

Wilman menuturkan bantuan CSR PT Timah yang diterima Mina saat itu dalam kapasitas dia sebagai ketua PKK Kabupaten Bangka.

“Dia selaku ketua PKK Kabupaten Bangka kala itu mendapat bantuan dari PT Timah berupa tas sekolah sebanyak dua ratus lebih untuk dibagikan ke anak anak sekolah yang kurang mampu” ujar Wilman.

Selain memeriksa istri Bupati Bangka, pihak penyidik pada hari yang sama juga melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang penerima bantuan dana CSR PT Timah lainnya  termasuk Meina Lina yang menjabat selaku kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangka.

Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung sepertinya memang serius membidik dugaan korupsi  CSR tahun 2015 sebesar Rp 17 milyar  dari Rp 27 milyar dan sudah 4 orang pejabat PT Timah telah menjalani pemeriksaan secara intensif di gedung pidsus Kejati Babel yakni mantan Direktur SDM Umum, Abrun Abubakar, mantan Kepala Program Kemitraan dan Bina Lingkungan & Corporate Social Responsibility ( PKBL & CSR ) PT Timah ( Persero ) Tbk, dr Subuh Wibisono, dan mantan kabid CSR 2015, Junaidi serta Ali Syamsuri kepala PKBL  PT Timah namun hingga saat ini pihak penyidik belum meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Penyelidikan kasus ini berawal dari kasus korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Muntok 2016 lalu. Dimana Abang Faizal (ketua Asosiasi homestay fair Muntok 2015) selaku terdakwa tunggal dituduh telah merugikan keuangan negara Rp 500 juta. Proses hukum Abang Faizal sendiri saat ini sedang kasasi Mahkamah Agung.  CSR PT Timah tahun 2015 itu sebesar Rp 27 milyar, namun yang dicairkan berkisar Rp 17 milyar yang diduga terjadi penyalahgunaan dan sedang ditelusuri saat ini oleh penyidik.

Dugaan sementara dana CSR sebesar itu telah disalahgunakan  dari pejabat CSR PT Timah  buat kepentingan pribadi dan termasuk juga beberapa oknum penerimanya.

Kabar bocoran yang diterima Forumkeadilan.com menyebutkan beberapa penerima dari organisasi tertentu selain menggunakan APBD  juga mendapat bantuan dana CSR PT Timah hingga mencapai ratusan juta rupiah bahkan ada satu perhimpunan yang bergerak di bidang sepak bola, PT Timah mengucurkan bantuan dana CSR hingga Rp 1, 5 milyar. (Romli Muktar)