Indonesia Dianggap Tak Aman, 14 Negara Memperingatkan Warganya Bila Datang Ke Sini

0

 

Indonesia dianggap tak aman setelah terjadinya aksi terorisme di negeri ini, terutama di Surabaya. Sebanyak 14 negara menerbitkan peringatan keamanan atau travel advice bagi warga negaranya untuk bepergian ke Indonesia terkait teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Peringatan tersebut sama sekali bukan berarti larangan berkunjung.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti di Jakarta, Rabu, menghimpun informasi sebanyak 14 negara yang menerbitkan peringatan keamanan bagi warga negaranya untuk ke Indonesia.

“Sebanyak 14 negara telah mengeluarkan travel advice terkait aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo per-16 Mei 2018 jam 14.55 WIB,” ungkapnya.

Berdasarkan sejumlah situs negara-negara tersebut di antaranya Inggris, Amerika, Australia, Hongkong, Singapura, Malaysia, Selandia Baru, Polandia, Prancis, Filipina, Swiss, Brazil, Irlandia, Canada.

“Kemenpar sangat menghargai dan memandang hal tersebut sebagai sebuah kewajiban negara untuk melindungi warganya yang berada di negara lain, bukan sebagai larangan berkunjung,” tutur Guntur.

Ia menyebut “travel advice” yang dikeluarkan oleh beberapa negara untuk warganya setelah peristiwa pemboman di beberapa titik di Indonesia itu sama sekali bukan berarti larangan berkunjung.

“Sebagai informasi pemerintah Indonesia juga pernah mengeluarkan ‘travel advice’ untuk warga negara Indonesia di Prancis ketika terjadi serangan teror Charlie Hebdo pada 2015,” ujarnya.

Serangan ledakan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja yang berada di Surabaya pada Minggu pagi, 13 Mei 2018, sekitar pukul 07.10 WIB. Ketiga gereja tersebut adalah Gereja Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.

Kejadian pertama terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Jl Ngagel Madya pukul 06.30 WIB, disusul ledakan bom kedua di GKI Jl Diponegoro pukul 07.30 WIB, dan kemudian ledakan ketiga di Gereja Pantekosta, Jl Arjuno Pukul 07.53 WIB.