Tegas dan Berani

Hikmah Ditahan KPK, Setya Novanto Jadi Rajin Belajar Al-Quran Dan Shalat

0

Terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto mendekam di rumah tahanan (rutan) cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selama berada di rutan, Setya berkesempatan belajar membaca Al Quran.

“Semua baca (al Quran), saya pun belajar,” kata Setya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 12/22018.

Menurut Setya, banyak tahanan yang rajin salat. Salat berjamaah pun kerap kali dilakukan. Bahkan, mereka berebut untuk menjadi imam salat.

Salah satu yang diingat Setya pernah menjadi imam adalah terdakwa suap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri. Para tahanan secara bergantian menjadi imam salat. Setya berujar belum berkesempatan menjadi imam. “Masih belajar. Semua dipelajari,” ujar Setya yang menghuni  sejak 20 November 2017, Setya Novanto menempati Rutan KPK. Ia didakwa jaksa penuntut umum KPK berperan dalam meloloskan anggaran proyek e-KTP di DPR pada medio 2010-2011 saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri menjadi teman curahan hati alias curhat mantan Ketua DPR Setya Novanto.

“Pak Sapto, ya menceritakan bagaimana kesusahannya, ada juga para bupati kesulitan-kesulitannya, semua kita percayakan pada penyidik atau JPU,” kata Setya Novanto, sebelum sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (12/2/2018).

Rochmadi juga menghuni rumah tahanan KPK karena menjadi terdakwa penerimaan suap Rp240 juta terkait audit laporan keuangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), penerimaan gratifikasi sebesar Rp3,5 miliar serta tindak pidana pencucian uang.

“Ya, mereka curhat masing-masing begitu, hampir semua dekat, saya ceritakan,” ujar Setnov.

Ia pun mengaku kangen dengan istrinya Deisti Astriani Tagor.

“Ya itu bukan kangen lagi, satu-satunya orang yang sudah dalam susah hidup di kos-kosanan, harapannya bukan ingin politik, ingin jabatan. Harapannya adalah keluarga istri, anak,” kata Setnov lagi.

Dia juga mengaku sedang mempelajari Alquran.

“Semua saya pelajari. Kita saling ‘ngobrol’, semuanya kan sama-sama susah. Kita ‘sharing’ kembali kita serahkan sama Tuhan,” kata Setnov pula.

Tidak ketinggalan, Setnov menceritakan kegiatan kesehariannya membersihkan lingkungan di rutan.

“Kalau di ruang tahanan kita bersihkan, ya dibacakan Alquran, nanti kita bersihkan sendiri, kita lap, jangan sampai kotor, laba-laba kita bersihkan supaya tetap terjaga,” ujar Setnov.

Setnov juga mengatakan tidak ada pengalaman horor di rutan karena sembayang yang kuat.

“Sembayangnya kuat-kuat semua, semua baca Alquran, saya pun belajar dari teman-teman yang lain, salat berjemaah dan yang jadi imam Pak Sapto, jadi komandan imam,” kata Setnov lagi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.