Tegas dan Berani

Penyebab Kerusuhan Di Mako Brimob Versi Polisi Dan Media Sosial

0

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, kerusuhan bermula saat salah seorang narapidana menanyakan titipan makanan kepada petugas. Petugas itu kemudian memberi tahu bahwa makanan yang dimaksud masih dipegang oleh anggota lain.

“Kemudian napi tidak terima dan mengajak rekan-rekan napi lainnya untuk melakukan kerusuhan dari Blok C Dan B,” ujar Argo.

“Lalu napi membobol pintu dan dinding sel,” imbuh Argo.

Namun ada tayangan yang diunggah ke Youtube. Tayangan yang diberi judul “Deti-Detik Kerusuhan Di Dalam Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok” para perusuh berteriak tentang insiden penghinaan terhadap Al-Quran.

Namun pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat tidak mempercayai informasi dari media sosial.

Kerusuhan terjadi di kompleks rumah tahanan Markas Korsp (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (9/5/2018) malam antara aparat dengan narapidana terorisme.  Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB membuat suasana malam lokasi itu mendadak mencekam.

Saat dihubungi beberapa saat usai kerusuhan pecah, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal hanya membenarkan hal tersebut tanpa keterangan lebih lanjut.

Sementara di media sosial, foto-foto kondisi rutan Mako Brimob yang dilanda kerusuhan, beredar tak terkendali. Informasi liar juga beredar, yang menyebutkan ada korban jiwa dalam kerusuhan itu.

Keterangan resmi dari kepolisian baru kembali disampaikan sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Kepada wartawan di gerbang Mako Brimob, Iqbal tak memungkiri ada korban terluka akibat kerusuhan itu.

Korban luka berasal dari aparat dan narapidana. Namun, Iqbal membantah ada korban jiwa dalam kerusuhan itu.

“Saat ini kami sedang melakukan tindakan-tindakan kepolisian. Ada soft approach maupun tindakan lain, saat ini sedang berproses,” ujar Iqbal.

Ia pun meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai foto yang beredar di media sosial.

Keterangan Iqbal tersebut tak banyak membantu menggambarkan kondisi rutan. Sebaliknya, yang terjadi di sekitar rutan justru menunjukkan situasi yang semakin mencekam.

Kawat berduri dipasang di badan jalan depan gerbang Mako Brimob. Personel kepolisian dengan menenteng senjata laras panjang pun berlalu lalang.

Berdasarkan pantauan, beberapa petugas kepolisian bahkan menggelar razia terhadap sejumlah kendaraan yang melintas.

Sebelumnya kendaraan masih diizinkan melintas di sekitar rutan. Namun sekira pukul 01.00 WIB, arus lalu lintas dialihkan. Warga juga dilarang mendekat dalam jarak sekitar 200 meter dari gerbang.

Kendaraan yang datang dari arah Mall Cimanggis menuju Universitas Indonesia dialihkan ke Jalan Tugu Raya yang berada di depan GPIB Gideon. Area di depan Mako Brimon disterilkan.

Polisi baru bisa memastikan keadaan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Iqbal menyatakan pihaknya telah berhasil mengendalikan situasi di lokasi.

Sejumlah orang mengalami luka-luka akibat kericuhan aparat keamanan dan narapida kasus terorisme di rutan itu. Salah satu sumber menyebutkan, setidaknya empat anggota kepolisian mengalami luka di antaranya memar di mata dan mulut, luka sobek dalam di kepala bagian belakang, serta luka akibat terkena lemparan asbak.

Para korban luka itu dirawat di RS Bhayangkara. Di sisi lain, Iqbal menolak memberi penjelasan rinci soal korban luka tersebut.

Sampai pagi ini kepolisian belum memberikan keterangan resmi yang detail mengenai peristiwa kerusuhan tersebut. Tetapi aparat masih menjaga kompleks Mako Brimob dengan ketat.

Rutan Mako Brimob sendiri diketahui sebagai tempat tahanan dengan keamanan tingkat tinggi. Rutan Mako Brimob sendiri memiliki tiga blok ruang tahanan, yakni blok A, blok B dan blok C.

Bentrok aparat dengan narapidana terorisme pada Rabu malam bukan yang pertama terjadi di Mako Brimob. Insiden serupa juga pernah terjadi pada 10 November 2017.

Kericuhan kala itu bermula saat petugas rutan menemukan empat unit telepon seluler milik tahanan kasus terorisme, yakni Juhanda, Saulihun, Kairul Anam, dan Jumali, usai salat Jumat.

Namun, salah satu tahanan tidak terima dan memancing petugas dengan melontarkan ucapan yang tidak sopan. Hal ini memicu reaksi tahanan dari blok lain.

Leave A Reply

Your email address will not be published.