Tegas dan Berani

Juru Bicara KPK Febri Diansyah:  “Kami Akan Analisis Dulu Fakta Sidang” 

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) bersama Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers mengenai kasus suap pembahasan APBD-P Kota Malang di gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/3). KPK menetapkan 19 orang tersangka dalam kasus suap pembahasan APBD-P Kota Malang, yakni Wali Kota Malang Moch Anton sebagai pemberi serta 18 anggota DPRD Kota Malang sebagai penerima. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye/18
0

Nyanyian syahdu Setya Novanto di sidang kasus KTP elektronik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu sudah tak terdengar lagi. Nyanyian pria yang karib disapa Setnov itu merupakan perwujudan dari janjinya yang mau buka suara soal siapa saja elit negara yang bergandengan tangan dengan dirinya memakan uang haram korupsi e-KTP. Simak penjelasan Jubir KPK Febri Diansyah kepada wartawan termasuk FORUM.

Apa saja langkah yang akan dilakukan KPK terkait penyebutan mana Puan Maharani dan Pramono Anung oleh Setya Novanto? 

Langkah KPK mendalami informasi tersebut akan dilakukan dengan menganalisis fakta-fakta persidangan Setya Novanto dan putusan majelis hakim.  KPK membutuhkan waktu untuk mendalami keterangan Novanto tersebut.

Mengapa? 

Sebab, KPK tidak bisa hanya bergantung kepada keterangan Novanto semata.  KPK tidak langsung mempercayai keterangan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. KPK tetap mendalami keterangan itu dengan mengumpulkan informasi dari para saksi dan sejumlah bukti.

Selain itu? 

Langkah KPK mendalami dugaan aliran dana e-KTP ke Puan dan Pramono juga bisa dilakukan dalam proses penyidikan terhadap 2 tersangka kasus ini, Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Apakah KPK akan terpengaruh arus politik saat ini? 

KPK tidak akan terpengaruh oleh faktor politik meski Puan dan Pramono merupakan pejabat di lingkaran istana kepresidenan. Untuk meminimalisir hal tersebut (pengaruh politik), kami pastikan KPK, dalam melaksanakan tugas, semata dalam koridor hukum saja.

Bagaimana dengan kesaksian SN? 

KPK akan mempelajari kesaksian Setya Novanto dalam persidangan serta membandingkannya dengan kesaksian dan bukti lainnya. Sebab, KPK tidak bisa bergantung pada keterangan satu pihak saja. Kami akan lihat kesesuaiannya dengan bukti yang lain. Dan yang kedua, jika dibutuhkan tentu akan kita perdalam lagi pada Setya Novanto apa saja fakta-fakta yang dia ketahui.

Ada anggapan KPK dalam menegakkan hukum tebang pilih. Tanggapannya? 

KPK tidak akan tebang pilih dalam mengusut kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Termasuk kepada dua orang pejabat pemerintah, yakni Puan Maharani dan Pramono Anung. Jika memang nantinya dua politisi PDIP itu terbukti menerima uang hasil dugaan korupsi e-KTP, maka kami tak segan-segan menindaklanjutinya.

 

Selain pengakuan SN apakah KPK menguji fakta lain? Fakta persidangan kemarin sedang dipelajari oleh tim jaksa bersama penyidik. Karena terdakwa masih mengatakan mendengar dari orang lain, maka tentu informasinya perlu di-cross check dengan saksi dan bukti lain. Agar lebih clear nantinya, kami akan analisis dulu fakta sidang untuk kepentingan tuntutan. Nanti kita tunggu juga bagaimana putusan hakim agar lebih komprehensif membaca fakta-fakta persidangan ini karena itu kita tunggu putusan pengadilan ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.