Tegas dan Berani

BIN Selidiki Buletin Al Fatihin Yang Dianggap Radikal

0

Badan Intelijen Negara (BIN) menyelidiki  buletin Al Fatihin, yakni media informasi yang diedarkan terbatas untuk mengampanyekan aksi terorisme. Surat kabar yang sudah terbit 10 edisi tersebut itu berisi ujaran kebencian terhadap kelompok yang tidak mendukung aksi terorisme.

Buletin 14 halaman tersebut beredar dalam bentuk fileberekstensi PDF. Di dalamnya terdapat pemberitaan mengenai serangan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, dan serangan bom bunuh diri di Surabaya, pada Minggu (13/5/2018).

Dimuat juga aksi teror di luar negeri beserta foto korban-korbannya. Pada tajuk rencana surat kabar Al Fatihin tertulis seruan untuk melukai kelompok yang tidak mendukung aksi yang mereka lakukan, termasuk seruan dan dukungan untuk berjuang melalui teror terhadap kelompok yang dianggap musuh atau layak dilukai.

Untuk menguatkan kampanye mendukung aksi teror, dalam buletin Al Fatihin dimuat penggalan ayat Kitab Suci beserta tafsir bebas yang disesuaikan dengan kepentingan kelompok teroris.

Buletin Al Fatihin pertama kali beredar dalam bahasa melayu pada 20 Juni 2016. Kata Al Fatihin berasal dari bahasa Arab, berarti sang penakluk yang dibuat dan disebarkan terbatas untuk pengikut Daulah Islamiyyah. Buletin tersebut diterbitkan Pustaka Al Himmah Daulah Islam.

Juru Bicara Badan Intelijen Nasional (BIN) Wawan Purwanto mengatakan pihaknya sudah mendeteksi beredarnya surat kabar yang terafiliasi dengan ISIS tersebut. BIN sudah melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengambil tindakan.

“Sudah terdeteksi, sudah ada deteksi. Tindakan BIN beri counter isu,” kata Wawan pada wartawan, Rabu (16/5/2018.

Buletin itu diduga diterbitkan oleh Jamaah Ansharut Daulah (JAD) diketahui menerbitkan buletin dua mingguan Al Fatihin dalam bahasa Indonesia. Media ini beredar secara terbatas di lingkungan JAD yang merupakan jaringan ISIS di Indonesia.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung mengatakan telah mendapat media itu. “Iya itu (surat kabar) rahasia, kita sudah dapatkan,” ujar Frans di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Frans menambahkan, buletin itu bisa menjadi pemicu anggota-anggota kelompok yang pasif bangkit melakukan aksi perlawanan atau teror.

“Bunuhlah Kaum Musyrikin Dimana Saja Berada,” tertulis dalam halaman muka buletin edisi 10. Media itu mengulas serangan bom di Surabaya sebagai sebuah operasi istisyhadi.  Namun, buletin itu tidak mencantumkan kantor redaksi ataupun nama pengelolanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.