Isi Janji Prabowo Terkait Kuliah Gratis di PTN

Presiden Terpilih Prabowo Subianto | Ist
Presiden Terpilih Prabowo Subianto | Ist

FORUM KEADILAN – Isu kenaikan UKT dan uang pangkal iuran pengembangan institusi (IPI) yang akhir-akhir ini mengingatkan kembali pada janji Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto mengenai kuliah gratis di PTN.

“Komitmen saya, saya akan berjuang sekuat tenaga untuk semua universitas negeri dan sekolah negeri tidak boleh dipungut bayaran siswa-siswanya,” ucap Prabowo dikutip dalam siaran langsung 3 Bacapres Bicara Gagasan pada Mata Najwa on Stage di Yogyakarta, bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Jumat, 24/5/2024.

Bacaan Lainnya

Kemudian, Prabowo memberikan contoh mengenai biaya kuliah mahasiswa baru S1 Universitas Pertahanan (Unhan) yang ditanggung pemerintah. Kampus di bawah naungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) juga memberikan fasilitas asrama bagi mahasiswa S1. Lulusannya bergelar sarjana bidang ilmu pertahanan dan terikat dinas sebagai anggota TNI jika memenuhi syarat.

Janji Prabowo juga meliputi pemberian beasiswa kuliah penuh bidang kedokteran, beasiswa sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), hingga beasiswa S1-S3 bagi anak petani, nelayan, guru, dan buruh.

Berikut isi Janji Prabowo di Debat Capres 2024-2029:

Sejumlah janji Prabowo di bidang pendidikan pada Debat Capres terakhir di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu, 4/2/2024 lalu.

  1. Mengirim 10.000 pelajar RI untuk kuliah kedokteran di luar negeri dengan beasiswa penuh
  2. Memberi 10.000 beasiswa sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM)
  3. Meningkatkan 92 fakultas kedokteran menjadi 300 fakultas kedokteran
  4. Membawa internet gratis ke seluruh desa di Indonesia
  5. Memberi makan bergizi untuk seluruh anak Indonesia, termasuk yang di kandungan ibu, masuk sekolah, sampai dewasa
  6. Prabowo juga menyetujui usulan Capres 2024-2029 Anies Baswedan untuk mengundang profesor untuk mengajar di RI

Janji Program Pendidikan Prabowo-Gibran:

  1. Beasiswa bagi anak petani, nelayan, guru, dan buruh untuk melanjutkan studi S1 hingga S3
  2. Beasiswa dan magang bagi lulusan perguruan tinggi dan sekolah kejuruan lewat kemitraan perusahaan swasta dan BUMN
  3. Melanjutkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), melanjutkan Kartu Prakerja, dan menambah program kartu-kartu kesejahteraan sosial dan kartu usaha untuk menghilangkan kemiskinan absolut dan memberi perlindungan sosial sepanjang hayat dengan target angka kemiskinan di bawah 5 persen, dan indeks pembangunan manusia di atas 80
  4. Meningkatkan daya tampung perguruan tinggi untuk perluasan akses pendidikan tinggi
  5. Membuka lebih banyak fakultas ilmu pendidikan
  6. Uang kuliah fakultas pendidikan lebih murah dan kompensasi dosen fakultas pendidikan lebih tinggi dari fakultas lain, dengan subsidi lebih banyak dari pemerintah
  7. Kesempatan pelatihan jangka pendek bagi calon guru untuk memperkaya khasanah dan menjadi tenaga pengajar berkompetensi internasional
  8. Standarisasi kualitas pendidikan tinggi
  9. Beasiswa siswa pondok pesantren dan sekolah berbasis agama untuk lanjut studi secara nasional maupun internasional
  10. Makan siang dan susu gratis serta bantuan gizi anak balita dan ibu hamil dengan target lebih dari 80 juta penerima manfaat, target penerapan 100 persen pada 2029
  11. Pembangunan sekolah unggul terintegrasi di tiap kabupaten tanpa asrama
  12. Perbaikan sekolah dengan kondisi kurang layak dan tidak layak
  13. Pengembangan kualitas guru, fasilitas pendidikan, dan penyediaan pendidikan
  14. Penyediaan dana abadi pendidikan, dana abadi kebudayaan, dan dana abadi lembaga swadaya masyarakat (SDM)
  15. Penyediaan dana abadi pesantren untuk mencetak santri unggul
  16. Mengupayakan dana riset dan inovasi mencapai 1,5 – 2 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dalam 5 tahun agar melahirkan inovasi
  17. Insentif bagi bagi perguruan tinggi dan dunia usaha yang berkolaborasi dalam ilmu pengetahuan dan riset yang mendukung kemajuan dan daya saing bangsa, serta membuka kesempatan kolaborasi global
  18. Penguatan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, dan kesetaraan gender
  19. Penguatan peran perempuan, pemuda (generasi milenial dan generasi Z), dan penyandang disabilitas
  20. Perluasan program pendidikan formal/nonformal
  21. Pendampingan kepada pekerja dan komunitas seni terkait kewirausahaan di bidang seni, budaya, dan kreatif agar seniman dapat berjiwa kewirausahaan
  22. Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dengan penerapan berbasis kompetensi kriya dan seni kreatif untuk mendukung tenaga kerja berkualitas, produktif, dan berdaya saing.
  23. Pengembangan dan peningkatan kualitas sekolah kejurusan di semua bidang keahlian teknis dan merevitalisasi BLK
  24. Pembangunan sistem perpustakaan digital dan taman-taman diskusi
  25. Mewajibkan bacaan wajib IPA, sejarah, sastra, budaya dan filsafat untuk pembangunan budaya literasi, digital, dan literasi digital
  26. Membangun sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan karakter lewat program pengembangan budi pekerti sejak dini
  27. Sisdiknas mengedepankan pembentukan 8 karakter utama bangsa yakni religius, bermoral, sehat, cerdas, kreatif, disiplin, tertib, mandiri, dan bermanfaat agar menghasilkan individu yang kreatif, berkualifikasi global, dan inovatif*