Hotman Klaim Kubu Prabowo Sudah Menang 30-0 di Sengketa Pilpres

Anggota Tim Pembela Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka Hotman Paris Hutapea, dalam konferensi pers di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2024). | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan
Anggota Tim Pembela Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka Hotman Paris Hutapea, dalam konferensi pers di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2024). | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Hotman Paris Hutapea mengklaim bahwa kubu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah menang dengan skor 30-0, mengalahkan kedua rivalnya, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Hal itu Hotman sampaikan usai skorsing sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Kamis, 4/4/2024.

Bacaan Lainnya

“Kalau kemarin saya mengatakan kita menang 20 kosong, sekarang tambah lagi 10-0 hari ini jadi 30-0,” ucap Hotman Paris.

Hotman beralasan, dalil para pemohon yang mempersoalkan terkait pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), nepotisme, serta keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pilpres telah terbantahkan dengan keterangan ahli yang mereka hadirkan.

Lebih lanjut, Hotman menjelaskan bahwa pengadilan tidak mungkin menyatakan seseorang melanggar hukum apabila orang tersebut bukan pihak yang berperkara.

“Permohonannya ini kan selalu menyalahkan Jokowi, termasuk mengenai bansos dan Penjabat Gubernur juga menyalahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tetapi Jokowi dan Menteri Dalam Negeri bukan pihak dalam perkara ini,” katanya.

“Jadi bagaimana mungkin nanti Mahkamah Konstitusi mengatakan bahwa Jokowi melanggar hukum melakukan kejahatan dan juga Mendagri, nggak mungkin,” lanjutnya.

Diketahui, berdasarkan hasil rekapitulasi yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Prabowo-Gibran menjadi pemenang Pilpres 2024 dengan 96.214.691 suara. Sedangkan, Anies-Muhaimin 40.971.906 suara, dan Ganjar-Mahfud 27.040.878 suara.

Hasil itu lah yang kemudian digugat oleh paslon 01 Anies-Muhaimin dan paslon 03 Ganjar-Mahfud ke MK.

Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud dalam petitumnya meminta Mahkamah untuk membatalkan keputusan KPU atas hasil pilpres, sekaligus mendiskualifikasi Prabowo-Gibran sebagai peserta pemilu.

Mereka juga meminta agar KPU melaksanakan pemungutan suara ulang Pemilu 2024 di seluruh Indonesia tanpa mengikutsertakan paslon nomor urut 02 Prabowo-Gibran.*

Laporan Syahrul Baihaqi