Malam Lailatul Qadar Ada di Tanggal Ganjil Bulan Ramadan, Ini Tanda-tandanya

Ilustrasi Malam Lailatul Qadar
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar | ist

FORUM KEADILAN – Salah satu malam yang paling istimewa di Bulan Ramadan adalah malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang paling mulia karena Allah SWT menurunkan wahyu kitab suci Al-Qur’an di malam tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurut Rasulullah SAW, Lailatul Qadar terletak pada 10 malam terakhir Ramadan.

Imam Al Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin mengatakan, lailatul qadar adalah malam yang diberkati. Malam ini merupakan satu dari 15 malam istimewa dalam Islam.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir turut disebutkan, malam lailatul qadar adalah malam yang penuh dengan keberkahan. Allah SWT menjelaskan keberkahan malam ini melalui firman-Nya dalam surah surah Al-Qadr,

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ ٥

Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1-5)

Dalam surah Ad Dukhan ayat 3, Allah SWT juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْناهُ فِي لَيْلَةٍ مُبارَكَةٍ

Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi (lailatul qadar).”

Kapan Malam Lailatul Qadar 2024?

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan. Malam ganjil yang dimaksud adalah antara tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.

  • Malam 21 Ramadan: 31 Maret-1 April 2024 (Minggu malam Senin)
  • Malam 23 Ramadan: 2-3 April 2024 (Selasa malam Rabu)
  • Malam 25 Ramadan: 4-5 April 2024 (Kamis malam Jumat)
  • Malam 27 Ramadan: 6-7 April 2024 (Sabtu malam Minggu)
  • Malam 29 Ramadan: 8-9 April 2024 (Senin malam Selasa)

Rasulullah SAW bersabda,

تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ

Artinya: “Carilah malam lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam Shahih Bukhari juga terdapat riwayat yang menyebut bahwa Rasulullah SAW sempat akan memberitahukan kapan waktu malam lailatul qadar. Namun, beliau mengurungkan niatnya.

Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit bahwa Rasulullah SAW pergi untuk menemui para sahabatnya untuk mengabarkan tentang lailatul qadar, akan tetapi di sana terdapat perselisihan antara dua orang muslim.

Rasulullah bersabda,

إِنِّيْ خَرَجْتُ لِأُخْبِرَكُمْ بِلَيْلَةِ القَدْرِ، فتلاحَى فُلَانٌ وَفُلاَنٌ، فَرُفِعَتْ، فَعَسَى أَنْ يَكُوْنَ خَيْرًا لَكُمْ، فَالْتَمِسُوْهَا فِي التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ

Artinya: “Aku datang kemari untuk mengabarkan tentang Lailatul Qadar, tetapi si Fulan dan si Fulan berselisih, maka kabar itu (tanggal turunnya) pun telah diangkat, mungkin itu yang lebih baik bagi kalian carilah ia (Lailatul Qadar) pada tanggal tujuh, sembilan, atau kelima (maksudnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan).”

Sayyid Sabiq dalam Kitab Fiqih Sunnah mengatakan, para ulama berbeda pendapat mengenai kapan waktu Lailatul Qadar. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 21, 23, 25, atau 29.

Akan tetapi, kata Sayyid Sabiq, mayoritas ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 27. Ulama yang menyatakan hal ini berhujjah dengan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ كَانَ مُتَحَرِّهَا، فَلْيَتَحَرَّهَا فِي لَيْلَة سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ

Artinya: “Siapa saja yang berupaya untuk mendapati Lailatul Qadar, hendaklah ia berupaya untuk mendapatinya pada malam ke-27.” (HR Ahmad dalam Musnad-nya)

Ulama yang meyakini hal ini juga bersandar dengan hadits yang disebutkan oleh Ubai bin Ka’ab. Ia berkata,

Demi Allah yang tidak ada tuhan selain Dia, sesungguhnya Lailatul Qadar itu berada dalam bulan Ramadan. Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui malam ke berapakah dia? Dia adalah malam yang kita diperintahkan untuk menghidupkannya, yaitu malam ke-27. Tandanya, matahari pada pagi harinya tampak putih tak bersinar.

Hadits tersebut dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahih Muslim, Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud, Ahmad dalam Musnad Ahmad, dan At Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi. Adapun, Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

Meskipun tidak memberitahukan secara spesifik kapan jatuhnya Lailatul Qadar, Rasulullah SAW telah mengabarkan tanda-tandanya melalui sejumlah hadits. Salah satunya dalam hadits Ubadah bin Shamit yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Sesungguhnya tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar adalah bahwa pada malam itu langit benar-benar cerah dan terang seakan-akan ada rembulan yang sedang memancarkan cahayanya,”

“Suasana malam itu begitu tenang, hening, dan memiliki corak yang lain (ketimbang biasanya). Dan pada malam itu udara tidak terasa dingin dan tidak juga terasa panas, serta (di angkasa) tidak terlihat bintang-bintang jatuh (meteor) sampai pagi tiba.”

Dan ciri-ciri lain darinya adalah bahwa pada keesokan harinya, matahari di pagi hari itu akan terbit dengan cahaya yang bersinar sedang. Matahari tidak memancarkan sinar yang terlalu panas (terang) dan hanya akan bersinar seperti bulan, karena pada pagi hari itu setan tidak diperbolehkan keluar bersamaan dengan terbitnya matahari itu.” (HR Ahmad dalam Majma’ az-Zawaid, dan tokoh-tokohnya dianggap semuanya tsiqah.) wallahualam.

Demikian tanggal dan tanda-tanda malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan. Semoga kita semua dapat memanfaatkan dengan memperbanyak ibadah dan meraih keberkahan Nya.*