Bahaya! Perang Sarung Membawa Petaka

Sarung. | Humas Polri
Sarung. | Humas Polri

FORUM KEADILAN – Anak-anak menjadi salah satu pihak yang paling antusias dalam menyambut Ramadan. Namun karena terlalu antusias, mereka sering berperilaku melenceng dan melakukan hal berbahaya.

Perang sarung misalnya. Meski sifatnya bercanda, tetapi ada saja anak yang mengisi sarungnya dengan benda tajam dan batu, sehingga membahayakan nyawa.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mengatakan, perang sarung bahkan telah menelan korban jiwa. Peristiwa nahas tersebut terjadi di Bekasi dan Malang.

“Kami pernah mendapatkan laporan, seperti selepetan mengenai mata yang dilakukan para remaja kepada adik-adik nya di sekitar rumah ibadah yang dianggap tidak mau salat. Tentu sangat berbahaya,” kata Putra dalam keterangannya, Sabtu 16/3/2024.

Menurut KPAI, selepetan sarung tersebut bisa mengancam tumbuh kembang anak. Sehingga dibutuhkan perencanaan agar ada antisipasi pencegahan. Katanya, persoalan kekerasan yang dialami anak ketika mereka libur sekolah meningkat.

Untuk itu KPAI berharap sumber-sumber SDM seperti di lembaga zakat, ormas Islam bisa membantu memasifkan kegiatan liburan anak selamat liburan Ramadan.

“Yang sering kali memicu perilaku tidak bertanggung jawab, ketika ada kumpulan keramaian apalagi di sana ada anak-anak dan remaja yang terlepas pengawasan kita. Namun setiap masuk Ramadan kita dihantui banyaknya anak-anak yang tawuran sarung,” jelasnya.

“Sebenarnya tawuran menjadi persoalan pelik warga perkotaan, terutama saat pulang sekolah. Namun tawuran angkanya akan melonjak, karena tawuran sarung, baik saat jelang sahur atau jelang tarawih,” sambungnya.

Sehingga KPAI berharap, ada program yang dibangun di setiap masjid, musala serta lingkungan yang mengimbau dan mengajak anak-anak mengurangi tawuran. Selain itu, penting ada informasi yang digerakkan melalui Kementerian Agama, Kemenristekdikti agar materi ceramah, dibuat semacam panduan dan wajib dibacakan.

“Agar menjadi gerakan bersama mengurangi tawuran. KPAI juga mendorong prinsip-prinsip partisipasi anak, menjadi paling utama dalam mengajak anak ikut beribadah selama Ramadan,” tutupnya.*