KNKT Terjunkan Tim Investigasi Usut Kecelakaan KA di Cicalengka

Kecelakaan KA Turangga jurusan Bandung-Surabaya dengan KA lokal Bandung Raya terjadi di Kilometer 180 antara Stasiun Haurpugur dan Cicalengka | Ist
Kecelakaan KA Turangga jurusan Bandung-Surabaya dengan KA lokal Bandung Raya terjadi di Kilometer 180 antara Stasiun Haurpugur dan Cicalengka | Ist

FORUM KEADILAN – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menerjunkan tim investigasi ke lokasi kejadian kecelakaan antara Kereta Api (KA) Turangga relasi Surabaya-Bandung dan KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka, Jawa Barat.

Kegiatan investigasi yang dilakukan KNKT akan berlangsung selama empat hari, terhitung mulai Jumat, 5/1/2424 sampai Senin, 8/1.

Bacaan Lainnya

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyebut bahwa pihaknya sedang mengumpulkan informasi dari keterangan saksi dan menunggu hasil investigasi KNKT di lapangan.

“Kami akan melakukan analisis menyeluruh terhadap faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian kecelakaan, serta melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait,” ucap Soerjanto dalam rilis pers yang diterima Forum Keadilan, Jumat, 5/1.

Soerjanto juga menyebut, saat ini KNKT belum dapat memberikan keterangan mengenai penyebab kecelakaan.

Untuk diketahui, kecelakaan kereta api antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng–Bandung dan KA Lokal Bandung Raya terjadi di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 5/1, pukul 06.03 WIB.

Jalur rel antara Haurpugur–Cicalengka untuk sementara ini tidak dapat dilalui akibat kecelakaan tersebut.

Dari total penumpang KA Turangga sebanyak 287 orang dan KA Commuterline sebanyak 191 penumpang, ada sekitar 22 penumpang yang luka ringan. Para korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

Dalam kecelakaan ini, empat petugas KA meninggal dunia di lokasi kejadian yaitu, Julian Dwi Setiono (masinis KA Lokal), Ponisan (asisten aasinis KA Lokal), Andrian (pramugara KA Turangga) dan juga Enjang Yudi (petugas keamanan).

Soerjanto turut menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan berharap agar para korban yang terluka segera pulih dengan cepat.

“KNKT akan bekerja keras untuk memastikan bahwa hasil penyelidikan dapat memberikan pencerahan yang memadai dan tindakan yang tepat untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta api di Indonesia,” katanya.*