Pengamat: Cara Debat Gibran Tricky dan Kekanak-kanakan

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dalam debat kedua Pemilu 2024 | YouTube KPU RI
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dalam debat kedua Pemilu 2024 | YouTube KPU RI

FORUM KEADILAN – Pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menyebut jika cara debat dari cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, tricky dan kekanak-kanakan.

Ray mengungkapkan cara debat seperti itu hanya bertujuan pada satu hal, yaitu memenangkan debat.

Bacaan Lainnya

“Bukan dimaksudkan menjelaskan yang samar, memberi argumentasi yang meragukan, dan melogiskan yang dianggap berlebihan,” katanya kepada Forum Keadilan, Minggu, 24/12/2023.

Menurut Ray, cara debat seperti itu sangat mudah dilakukan, dan siapa pun bisa melakukan. Kata dia, tak perlu pengetahuan khusus untuk dapat melakukan cara debat seperti itu.

“Cak Imin dan Mahfud juga bisa melakuń∑annya. Misalnya menanyakan pasal yang mengatur tentang hilirisasi. Tetapi Gus Imin dan Pak Mahfud tidak memilih cara itu karena cara itu sebenarnya tricky dan kekanak-kanakan, pun juga menunjukan ketiadaan etik dalam debat,” ujarnya.

Menurut Ray, Mahfud telah berupaya mengingatkan bahwa cara bertanya seperti itu sebaiknya tidak dilakukan dalam forum debat yang dihormati, seperti dalam debat cawapres.

“Pun beliau sudah mengingatkan bahwa temanya belum berhubungan dengan pertanyaan yang dimaksudkan. Toh, kenyataannya, Gibran sendiri tidak menguasai tema yang ia tanyakan,” ucapnya.

Bahkan dikatakan Ray, beberapa kali lidah Gibran pun keseleo kala menyebut istilahnya dan melirik catatan untuk menyebut kepanjangannya.

“Satu sikap yang menunjukan ketidakdewasaan,” singkatnya.

Pertanyaan tricky model Gibran dinilai dapat mengurangi bobot etik dan kualitas debat penting seperti cawapres ini.

“Akhirnya yang muncul bukan pemahaman dan kekuatan argumen, tapi olok-olok,” katanya.

Oleh karena itu, Ray berharap untuk debat berikutnya model pertanyaan tricky seperti ini sebaiknya dihindari. Sebab, kata dia, jika terus dilakukan, hanya menyaksikan perlombaan cerdas cermat, hapalan istilah, bukan debat visioner.

“Semua capres-cawapres akan berlomba menanyakan sesuatu yang tricky. Menanyakan pasal, hari apa, istilah ini dan itu, dan sebagainya,” jelasnya.

Ray mengajak semua elemen untuk menjaga kualitas debat capres-cawapres 2024 ini dengan sehormat-hormatnya, jangan sampai debat jatuh hanya menjadi sekedar lomba cerdas cermat semata.

Kendati begitu, Ray menilai Gibran memang memiliki full persiapan dibandingkan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin

“Cak imin kurang persiapan, Gibran full persiapan, Mahfud mengejutkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran mengaku terkejut dengan penampilan debat dari anak sulung Presiden Joko Widodo tersebut.

Menurut Taufan Rahmadi, klaim kunci keberhasilan debat cawapres Gibran tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pertama, memahami apa yang dia sampaikan dan yang kedua cerdas di dalam menyampaikannya.

“Sejak awal debat dimulai Gibran begitu lancar di dalam memaparkan apa yang menjadi visi – misi Prabowo – Gibran, penjelasannya secara runtut berbasis data ditambah lagi dengan pemilihan diksi kata yang tepat telah membuat Gibran di sesi awal debat ini berhasil tampil meyakinkan,” katanya.

Klaim keberhasilan penampilan Gibran dalam debat ini, kata Taufan, telah memberikan pelajaran bagi semua orang untuk jangan pernah buru-buru meremehkan kemampuan seseorang.

“Pada akhirnya segala kontroversi, segala caci maki , segala hinaan telah terjawab , target untuk meraih satu putaran semakin nyata di depan mata, dan itu semua karena sosok seorang Gibran yang tadinya dianggap hanya sekelas belimbing sayur, bocil ingusan yang tidak tahu apa apa,” tandasnya.

Sebelumnya, debat perdana cawapres 2024 telah selesai digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat, 22/12. *

Laporan Novia Suhari