Prabowo: Kami Tidak Janji, Kami Mengkaji

Calon Presiden Nomor Urut 1, Prabowo Subianto | Instagram @prabowo
Calon Presiden Nomor Urut 1, Prabowo Subianto | Instagram @prabowo

FORUM KEADILAN – Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, menyentil mengenai fenomena politisi yang sering kali hanya mengumbar janji-janji besar saat era Pemilihan umum (Pemilu).

Prabowo berencana menjadikan program-program yang ditawarkan dalam Pilpres 2024 bukan merupakan janji, tetapi hasil kajian.

Bacaan Lainnya

“Bagaimana kita akan jadi negara makmur? Apa hanya sekadar seorang Prabowo berdiri di podium, ngomong saja, asal jeplak, asal janji. Biasanya politisi itu kalau mau menghadapi pemilu biasanya seribu janji, benar kan?” ujar Prabowo di acara bertajuk Doa Bersama Gibran di Lebak, Banten, pada Minggu, 3/12/2023.

Menteri Pertahanan Indonesia itu menyebut, lagu berjudul Tinggi Gunung Seribu Janji yang dipopulerkan oleh Bob Tutupoly dan mengatakan lirik lagu itu mirip dengan politisi yang suka mengumbar janji.

“Janji ini, janji itu, saudara-saudara. Kami tidak janji, kami mengkaji, kita pelajari,” ujar Prabowo.

Prabowo memberikan contoh program hilirisasi nikel yang telah dimulai di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, program itu berhasil meningkatkan jumlah penerimaan negara hingga sepuluh kali lipat.

“Contoh, nikel tahun 2017 kita jual masih bahan mentah, penghasilan sebagai satu negara 3,3 miliar dollar, kurang lebih 50 triliun. Tahun 2020 Pak Jokowi mengeluarkan larangan ekspor nikel, nggak boleh lagi mentah, harus diolah di Indonesia,” jelas Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa program hilirisasi tersebut perlu diteruskan agar Indonesia tidak sekadar menjual bahan baku mentah yang harganya masih relatif murah.

“Jadi kita tidak mau lagi menjual bahan-bahan itu murah nggak boleh jual gelondongan mentah, harus diolah di Indonesia,” tutup Prabowo.*