Mantan Ketua KPK Mengaku Diintervensi, Pengamat: Bukan Pertama Kali

Gedung KPK | Merinda Faradianti/ForumKeadilan
Gedung KPK | Merinda Faradianti/ForumKeadilan

FORUM KEADILAN – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku mendapatkan intervensi dari Presiden Joko Widodo untuk menghentikan kasus e-KTP yang menyeret mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Terkait pengakuan adanya intervensi, Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin mengungkapkan bahwa hal serupa juga pernah terjadi di Pilkada 2017.

Bacaan Lainnya

Ujang menjelaskan, sebelumnya ada pengakuan dari mantan Ketua KPK Antasari Azhar tentang adanya dugaan kriminalisasi terhadap dirinya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Agus Rahardjo ini juga bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, ada Antasari Azhar di pemerintahan SBY saat Pilkada DKI Jakarta, untuk menyerang SBY,” katanya kepada Forum Keadilan, Minggu, 3/11/23.

Menurut Ujang, dugaan intervensi yang dialami oleh mantan Ketua KPK bukan suatu hal yang aneh. Sebab, intervensi seperti itu terjadi di setiap pemerintahan.

“Kalau saya melihat bukan suatu yang aneh atau membuat heran. Di setiap pemerintahan atau rezim itu terjadi intervensi seperti itu,” ungkapnya.

Tetapi Ujang menegaskan, sebenarnya hal seperti itu tidak boleh dilakukan.

“Tidak bagus juga presiden mengintervensi persoalan hukum di KPK. Biarkan saja agar bisa bekerja dengan independensinya seperti itu,” tutupnya.

Seperti diketahui, Agus Rahardjo mengaku mendapat intervensi dari Presiden Jokowi. Dalam ceritanya, Agus menyebut dirinya diundang ke Istana Negara dan diminta untuk menghentikan pengusutan kasus e-KTP di tahun 2019. *

Laporan Novia Suhari