Visi Misi Prabowo-Gibran dalam Pendidikan dan Kebudayaan

Calon Presiden Prabowo Subianto dan calon wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka | Instagram @prabowo
Calon Presiden Prabowo Subianto dan calon wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka | Instagram @prabowo

FORUM KEADILAN – Pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, mengusung visi ‘Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2024’.

Visi tersebut diwujudkan lewat 8 misi asta cita, 17 program prioritas, dan 8 program hasil terbaik cepat.

Bacaan Lainnya

Dalam bidang pendidikan, sains, teknologi, dan kebudayaan, visi misi Prabowo-Gibran tertuang dalam Asta Cita 4 yang berbunyi, “Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas“.

Visi Misi Prabowo-Gibran dalam Pendidikan

Penguatan Sistem Peningkatan Kualitas SDM

  • Meningkatkan kerja sama lembaga pendidikan, pemerintah, dan industri untuk peningkatan pemanfaatan digital dan teknologi.
  • Memperluas cakupan alokasi dana abadi untuk beasiswa dan peningkatan SDM bagi pesantren dan LSM.
  • Meluncurkan program Dana Abadi Pesantren sebagai implementasi UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
  • Membentuk lembaga pengelola Dana Abadi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mendukung kualitas demokrasi.
  • Memperbesar alokasi anggaran dan perluasan program pertukaran budaya di tingkat global dalam rangka penguatan jaringan, kolaborasi wawasan, kapasitas, serta skill pekerja seni.
  • Perluasan program pendidikan formal maupun nonformal serta pendampingan pekerja dan komunitas seni, mengenai pentingnya kewirausahaan di bidang seni, budaya, dan kreatif dalam rangka menghasilkan seniman yang berjiwa wirausaha.
  • Penguatan manajemen dan SDM pengelola program kesejahteraan sosial.
  • Menguatkan peran, fungsi, kelembagaan, dan anggaran yang berhubungan dengan upaya Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
  • Peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan kerja yang bersertifikasi.
  • Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dengan penerapan berbasis kompetensi kriya dan seni kreatif untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja agar produktif dan berdaya saing.

Memperkuat Pendidikan, Sains, dan Teknologi

  • Melanjutkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan memperluas cakupannya hingga ke pesantren dan perguruan tinggi.
  • Penguatan sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan kualitas SDM yang produktif dan berdaya saing global.
  • Membenahi kurikulum perguruan tinggi, pendidikan vokasi, dan politeknik berbasis riset, inovatif, aplikatif, dan inkubasi yang terhubung dengan industri.
  • Peningkatan dana riset dan inovasi hingga mencapai 1.5-2.0% dari PDB dalam 5 tahun.
  • Beasiswa untuk putra-putri petani, nelayan, guru, dan buruh, agar dapat melanjutkan ke S1 hingga S3.
  • Membangun perpustakaan dan taman-taman bacaan untuk mendorong gerakan literasi di masyarakat.
  • Mendorong pendidikan yang meningkatkan literasi digital pada berbagai tingkat pendidikan, sehingga mendukung digitalisasi ekonomi.
  • Mengembangkan dan meningkatkan kualitas sekolah kejuruan dalam segala bidang keahlian teknis serta melakukan revitalisasi balai latihan kerja.
  • Penerapan upah minimum untuk guru swasta, PAUD, madrasah, dan yayasan.
  • Peningkatan kualitas pendidikan keagamaan seperti ponpes dan beasiswa untuk santri agar dapat melanjutkan pendidikan di tingkat nasional maupun internasional.
  • Menggaet perusahaan swasta bermitra dengan BUMN untuk membuka program beasiswa dan magang bagi lulusan di perguruan tinggi dan sekolah kejuruan.
  • Meningkatkan kesejahteraan dosen, peneliti, dan penyuluh. Juga memberikan akses yang mudah untuk generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan, melalui peningkatan ketersediaan daya tampung perguruan tinggi, standarisasi kualitas, dan kemudahan akses masuk perguruan tinggi.
  • Membuat sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa, melalui program pengembangan budi pekerti sejak dini.
  • Mendorong perguruan tinggi dalam mengembangkan riset dan ilmu pengetahuan yang mendukung strategi pembangunan serta berkolaborasi dengan dunia usaha.
  • Membentuk sistem pendidikan nasional yang mengedepankan delapan karakter utama bangsa seperti religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri dan bermanfaat.
  • Pengembangan budaya bahari dalam sistem pendidikan nasional.
  • Mengangkat guru honorer secepatnya secara berkala dan tenaga honorer K2 menjadi ASN.
  • Peningkatan kualitas sistem pendidikan di seluruh Indonesia yang salah satunya menitikberatkan luaran individu yang kreatif dan inovatif dan berkualifikasi global
  • Mendirikan lebih banyak ruang pameran dan ruang pertunjukan seni di seluruh Indonesia sebagai sarana pengembangan diri seniman Indonesia.
  • Peningkatan kualitas SMK yang berorientasi kepada industri kreatif dan seni budaya.

Menguatkan Peran Perempuan, Pemuda, dan Penyandang Disabilitas

Dalam lingkup pendidikan, berikut ini misi Prabowo-Gibran untuk perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas:

  • Perluasan program pendidikan formal maupun nonformal yang sifatnya inklusif, aplikatif, dan humanis supaya potensi para penyandang disabilitas dapat dikembangkan.
  • Peningkatan dan perluasan akses layanan pendidikan, pekerjaan, kesehatan, transportasi, mendapatkan informasi, berkomunikasi, dan berpartisipasi politik penyandang disabilitas dalam setiap aspek kehidupan dalam masyarakat.

Meningkatkan Prestasi Olahraga

Dalam bidang olahraga, berikut ini misi paslon nomor urut 2 terkait pendidikan:

  • Mewajibkan sekolah negeri dan PTN untuk memberikan beasiswa kepada atlet, minimal 5 persen dari total daya tampung.
  • Merancang program scouting terstruktur dan berjenjang yang dilakukan sejak tingkat SD.

Visi Misi Prabowo-Gibran dalam Bidang Kebudayaan

Misi kebudayaan Prabowo-Gibran tertuang dalam Asta Cita 8 yang berbunyi “Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur“.

Melestarikan Budaya

  • Peningkatan anggaran penelitian dan pelestarian situs budaya dan sejarah, termasuk mempersiapkan dana abadi kebudayaan.
  • Menghidupkan kembali cerita rakyat yang nyaris hilang dan asing melalui aktivitas kreatif, inovatif, dan berbasis digital.
  • Pembangunan dan revitalisasi sentra kebudayaan termasuk bioskop rakyat dan gedung kesenian rakyat.
  • Revitalisasi bangunan kuno dan cagar budaya sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai luhur bangsa.
  • Membangun kembali berbagai taman budaya sebagai wadah perlindungan, pengembangan, dan pemajuan seni-seni tradisional. Perluasan program-program afirmasi bagi peningkatan kesejahteraan dan perlindungan kesenian tradisional yang terancam punah.
  • Alokasi dana budaya dan perbesaran dukungan pendanaan untuk mendorong kemandirian komunitas seni budaya di seluruh Indonesia.
  • Melengkapi dan memutakhirkan pendataan, inventarisasi, dan dokumentasi seni tradisional Indonesia.
  • Membangun kesadaran pentingnya pelestarian warisan budaya dan seni tradisional melalui peningkatan partisipasi publik dengan pelibatan masyarakat, media, perguruan tinggi, swasta, dan BUMN.
  • Memperluas dan mengintensifkan kerja sama dengan masyarakat dan komunitas dalam mengembangkan kampung seni dan wisata budaya.
  • Melengkapi dan memodernisasi tata kelembagaan dalam program nasional perlindungan warisan budaya baik yang bersifat tak benda/intangible seperti cerita-cerita tradisional, bahasa ibu, peribahasa lokal, maupun yang dan berwujud/tangible seperti motif batik, seni ukir, alat musik, keris, prasasti, tugu kerajaan, candi serta keraton, dan istana.
  • Menjamin keberlangsungan dan memajukan ekosistem seni tradisional agar tidak menjadi negara konsumen budaya dunia.
  • Mengintensifkan dan memperluas diplomasi budaya di forum internasional untuk memperjuangkan warisan budaya nasional menjadi warisan budaya dunia.
  • Mendorong diadakannya festival budaya di seluruh Indonesia.
  • Menjamin kebebasan para seniman serta pelaku budaya untuk berkarya, menyampaikan pendapat, dan berkreasi di muka umum.*