Diskusi Bareng, Ganjar Serap Keluhan Artis-Influencer soal Royalti dan Orisinalitas Karya

Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengadakan diskusi dengan para artis dan influencer Tanah Air usai melakukan olahraga lari di kawasan Car Free Day (CFD) Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 19/11/2023. | ist
Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengadakan diskusi dengan para artis dan influencer Tanah Air usai melakukan olahraga lari di kawasan Car Free Day (CFD) Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 19/11/2023. | ist

FORUM KEADILAN – Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengadakan diskusi dengan para artis dan influencer Tanah Air usai melakukan olahraga lari di kawasan Car Free Day (CFD) Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 19/11/2023.

Diskusi tersebut dilakukan selama mereka berlari bersama di kawasan Senayan hingga menaiki MRT dari Stasiun Senayan menuju Bundaran HI.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mendengar keluhan para artis dan influencer tersebut. Ganjar mengaku senang bisa mendengarkan keluhan mereka.

“Dan yang saya senang, mereka bercerita tentang dunia usahanya, mereka anak-anak kreatif ya. Anak-anak film banyak sekali, yang main film gitu dan sekaligus berkeluh-kesah,” kata Ganjar usai diskusi di kawasan Senayan, Minggu.

Ganjar mengungkap, para artis dan influencer tersebut mengeluhkan masalah kontrak kerja, royalti hak cipta agar tidak ada yang menjiplak secara sembarangan.

“Ya soal kontrak kerja, dengan jam kerja. Gimana ya agar royalti bisa berjalan, gimana ya agar masyarakat paham dan menghormati, sehingga nggak jiplak (karya). Itu menurut saya keren,” ungkap mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Ganjar menegaskan pentingnya kepastian hukum bagi para artis dan influencer agar hak-hak mereka tidak sembarangan dijiplak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Dan itu semua memang persoalan hukum, yang mesti ada kepastian,” ujar Ganjar.

Sebagai capres, Ganjar menyatakan keterbukaannya untuk menyerap keluhan mereka agar di masa depan dapat diselesaikan dan tidak lagi menjadi sesuatu yang merugikan pihak tertentu.

“Ini hebat mendengarkan cerita keluh kesah yang mesti kita beresin, termasuk pentingnya creatif hub lagi-lagi agar mereka bisa mengembangkan seluruh talentanya,” tandas Ganjar.*