MAKI akan Laporan Firli Bahuri ke Dewas KPK Terkait Sewa Rumah Rehat Rp650 Juta

Koordinator MAKI Boyamin Saiman | Merinda Faradianti/Forum Keadilan
Koordinator MAKI Boyamin Saiman | Merinda Faradianti/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) bakal melaporkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kepada Dewan Pengawasan (Dewas) KPK terkait dugaan pelanggaran kode etik secara online hari ini, Sabtu, 4/11/2023.

Laporan tersebut terkait ketidaktermasukannya pembayaran sewa rumah rehat Firli senilai Rp650 juta per tahun dalam laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN).

Bacaan Lainnya

“Ada dugaan tidak dilaporkan LHKPN uang Rp650 juta ini, maka MAKI akan lapor Dewan Pengawas KPK atas dugaan pelanggaran kode etik karena tidak memberikan contoh yang baik kepada penyelenggara negara dan penegak hukum untuk melaporkan LHKPN,” ungkap Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, Sabtu, 4/11.

Kata Boyamin, pimpinan dan pegawai KPK seharusnya patuh dalam melaporkan seluruh harta kekayaannya.

“Atas dugaan ketidakpatuhan Pak Firli ini, maka ini sebagai bentuk pelanggaran kode etik dan hari ini, MAKI akan melaporkannya ke Dewas melalui sarana online karena saya kebetulan masih ada di Malaysia,” jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menggeledah rumah Firli di dua tempat, di Jalan Kertanegara No 46, Jakarta Selatan, dan di Vila Galaksi A2 Nomor 60, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 26/10.

Penggeledahan tersebut terkait kasus dugaan pemerasan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) oleh pimpinan KPK yang saat ini sudah masuk tahap penyidikan.

Diketahui, rumah Kertanegara merupakan milik Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta yang disewakan untuk Firli sejak 2020 dengan biaya sewa sebesar Rp650 juta per tahunnya. Rumah tersebut digunakan oleh Firli sebagai rumah rehat.

Adapun dalam kasus dugaan pemerasan SYL, penyidik menggunakan Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf B, atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 65 KUHP.

Polisi pun akan segera melakukan gelar perkara penetapan tersangka di kasus dugaan pemerasan SYL.

“Jadi rekan-rekan sekalian bahwa akan dilakukan gelar perkara penetapan tersangka yang sudah kita schedule-kan,” jelas Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Jumat, 3/11.*