Satgas Anti Mafia Bola Tetapkan 2 Tersangka Pengaturan Skor di Liga 2

Ketua Satgas Anti Mafia Bola Irjen Asep Edi Suheri saat memberikan keterangan pers di gedung Bareskrim Polri, Kamis, 12/10/2023 | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan
Ketua Satgas Anti Mafia Bola Irjen Asep Edi Suheri saat memberikan keterangan pers di gedung Bareskrim Polri, Kamis, 12/10/2023 | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola kembali menetapkan dua tersangka ihwal kasus pengaturan skor di Liga 2. Dua orang tersebut berinisial VW dan DR

“Kami tetapkan lagi dua orang tersangka yang berperan sebagai pemberi suap atas nama tersangka VW dan DR,” kata Ketua Satgas Anti Mafia Bola Irjen Asep Edi Suheri dalam keterangan pers di gedung Bareskrim Polri, Kamis, 12/10/2023.

Bacaan Lainnya

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Bareskrim Polri itu menyebut, sebelumnya enam orang sudah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus ini.

“Beberapa waktu lalu, Satgas Anti Mafia Bola Polri telah menetapkan 6 orang tersangka dalam kasus pengaturan skor pada pertandingan klub X dan klub Y,” kata Irjen Asep.

Dengan begitu, terdapat delapan tersangka dalam pengaturan skor pada klub X dan klub Y. Meski begitu, kata Irjen Asep, masih terdapat satu tersangka dalam buronan polisi.

“Di mana salah satu tersangka atas nama AS telah kami masukkan DPO, kami terbitkan daftar pencarian orang,” ujar Irjen Asep.

Irjen Asep menjelaskan, tersangka VW dan DR telah memberikan suap agar klub Y dapat menang dan naik ke divisi lebih tinggi, yaitu Liga 1. Ia juga menyebut bahwa VW berperan aktif dalam melobi wasit.

“VW sendiri melakukan lobi juga meminta kepada perangkat wasit untuk memenangkan klub Y dengan memberikan janji akan memberikan sesuatu,” kata dia.

Sedangkan DR merupakan salah satu pengurus dari klub Y, dirinya berperan sebagai penyandang dana.

“DR berperan sebagai penyandang dana, yang dana tersebut akan diserahkan ke VW untuk mengatur dan memenangkan pertandingan bagi klub Y,” lanjut Irjen Asep.

DR dan VW dijerat Pasal 2 Undang-Undang 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman pidana selama-lamanya lima tahun dan denda sebanyak-banyak Rp14 juta.*

Laporan Ari Kurniansyah