DPR Komentari Permintaan Pedagang Tutup E-commerce

Gedung MPR DPR dan DPD. | Ist

FORUM KEADILAN – Usai TikTok Shop tutup, kini pedagang Pasar Tanah Abang meminta penutupan e-commerce buntut masih sepinya pembeli yang berkunjung.

Anggota Komisi VI DPR RI Luluk Nur Hamidah menilai, pemerintah harus bijak menanggapi permintaan tersebut. Kata dia, jangan sampai pemerintah mematikan satu ‘lahan’ pekerjaan hanya untuk menghidupkan yang lain.

Bacaan Lainnya

“Ini tantangan di dunia serba cepat, serba praktis, tidak kemudian kita malah membuat batasan atas peluang yang tanpa ada batas. Tetapi lebih pada menyiapkan misalnya SDM (Sumber Daya Manusia), pengetahuan, skill sambil disiapkan dengan regulasi yang tepat itu harus dilihat dari semua sisi jangan mematikan satu hanya untuk menghidupkan yang lain, harusnya semuanya masih bisa hidup,” katanya kepada Forum Keadilan, Rabu, 11/10/2023.

Luluk juga menilai, permintaan dari para pedagang Pasar Tanah Abang itu berlebihan.

“Dan itu tidak relevan sebenarnya dari apa yang dialami oleh mereka dengan keberadaan e-commerce, seperti Shopee dan Lazada,” ungkapnya.

Luluk menyarankan, seharusnya pedagang Pasar Tanah Abang bisa ikut bertransformasi melalui e-commerce yang memang tidak bisa dihentikan.

“Jadi selain mereka memiliki pasar yang sekarang di mana ada pertemuan fisiknya, tetapi mengapa tidak pedagang membuat semacam pasar digital atau Pasar Tanah Abang tetapi itu versi e-commerce nya,” ujarnya.

“Agar pedagang juga bisa menjangkau konsumen yang lebih luas dari berbagai daerah,” imbuhnya.

Luluk berpendapat, ketika belum muncul e-commerce, masyarakat memang memiliki ketergantungan yang sangat tinggi dengan keberadaan pasar. Namun, setelah munculnya e-commerce sebagai kemajuan teknologi itu harusnya bisa diadaptasi.

“Berbeda dengan (kasus) TikTok yang mana media sosial di tumpangi e-commerce, karena berbeda izinnya dengan Shopee dan Lazada,” ucapnya.

Perlu berbenah, Luluk juga menyebutkan momen ini bisa menjadi peluang.

“Saya kira jika ada Pasar Tanah Abang online juga sangat mungkin, karena tetap bisa menarik dan sangat spesifik untuk mengetahui apa saja yang ada di Pasar Tanah Abang itu sendiri, kemudian dipindah ke online, menurut saya itu bisa menjadi salah satu solusi dan bisa didorong ke sana,” tutur politisi PKB itu.

Kemudian, kata Luluk, dukungan dari pemerintah juga perlu didorong untuk memberikan fasilitas agar para pedagang dan pengelola pasar bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadi pelaku utama bukan menjadi korban apalagi tergusur.

Lebih lanjut, Luluk juga menilai, kemungkinan e-commerce ditutup pun sangat tidak mungkin, apalagi tidak ada pelanggaran terhadap Undang-Undang.

Di sisi lain, masih belum ada pembicaraan antara DPR dan pemerintah terkait permintaan penutupan e-commerce dari pedagang di Pasar Tanah Abang.*

Laporan Novia Suhari